Minggu, 07 JUNI 2026 • 08:00 WIB

Pria Tewas Ditikam Depan Swalayan Jumbo, Pasar 45 Manado

Author

Ilustrasi dari potret chalk outline dari sebuah tempat kejadian perkara (William F Santos (Unsplash))

Sulawesi Utara - Suasana akhir pekan di kawasan pusat perbelanjaan Pasar 45, Kota Manado, yang biasanya dipadati oleh warga untuk berbelanja, seketika berubah menjadi tegang. Sebuah aksi penikaman tragis terjadi tepat di depan Swalayan Jumbo pada Sabtu (06/06) sekitar pukul 14.00 WITA. Peristiwa berdarah ini mengejutkan ratusan pengunjung dan pedagang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Korban dalam peristiwa ini diketahui bernama Ferry Maweru, atau yang sehari-harinya akrab disapa Pheyy. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, penyerangan yang berlangsung cepat tersebut membuat korban mengalami luka serius di lokasi kejadian. Warga sekitar sempat berupaya menyelamatkan korban dengan merujuknya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, akibat luka yang terlalu parah, nyawa Pheyy akhirnya tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Pelaku Menyerahkan Diri ke Polresta Manado

Dua pria yang diduga kuat sebagai eksekutor aksi penikaman tersebut, yakni BD dan ND tidak berselang lama usai kejadian, memilih untuk langsung menyerahkan diri ke markas Polresta Manado sesaat setelah melakukan tindakan kriminal tersebut.

Di hadapan aparat penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado, kedua pelaku membeberkan motif di balik aksi nekat mereka. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa berdarah ini dipicu oleh perselisihan yang terjadi antara korban dan kedua pelaku.

Diketahui, korban maupun kedua pelaku sama-sama berprofesi sebagai sopir mikro di Kota Manado. Kesalahpahaman di antara sesama sopir angkot tersebut diduga memuncak hingga berujung pada aksi kekerasan fisik menggunakan senjata tajam.


Pihak Satuan Reserse Kriminal Polresta Manado kini telah mengamankan kedua pelaku bersama dengan barang bukti utama berupa sebilah senjata tajam jenis badik yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. Saat ini, BD maupun ND telah resmi ditahan dan dijebloskan ke sel tahanan Mapolresta Manado guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU