Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 JUNI 2026 • 10:25 WIB

PICAH! Harga Cabai Rawit di Sulut Tembus 120 Ribu/Kg

PICAH! Harga Cabai Rawit di Sulut Tembus 120 Ribu KgIlustrasi dari potret Cabai Rawit, Cabai Keriting dan Bawang merah di pasar (Andrea Huls Pareja (Unsplash))

Sulawesi Utara - Akhir-akhir ini, flluktuasi harga komoditas bumbu dapur di Provinsi Sulawesi Utara kembali mencatat lonjakan drastis. Kurang lebih dalam sepekan terakhir, bahan pangan penting layaknya cabai rawit dan cabai keriting sampai bawang merah merangkak naik di sejumlah pasa tradisional hingga mencapai angka ratusan rupiah.

Berdasarkan pemantauan lapangan Indozone yang terbaru pada hari Selasa, (09/06) kemarin, harga cabai rawit kini menyentuh angka fantastis, yakni Rp120.000 per kilogram.

 Lonjakan ini segera diikuti oleh komoditas cabai panjang yang harganya ikut terkerek naik ke angka Rp80.000 per kilogram. Tidak ketinggalan, bawang merah yang menjadi bumbu dasar utama dalam berbagai masakan kini dipatok seharga Rp60.000 per kilogram.

Kenaikan simultan ini dinilai para pengamat ekonomi lokal dipicu oleh kendala pasokan luar daerah serta kondisi cuaca pancaroba yang mengganggu masa panen petani lokal.

Salah seorang pedagang bumbu di Pasar Bersehati, Mila (43), mengakui bahwa meroketnya harga bahan pokok membuat omzet hariannya menurun tajam.

"Kami terpaksa menjual cabai rawit Rp120.000 per kilogram karena harga dari agen perantara memang sudah tinggi dari wilayah pemasok. Stok cabai berkualitas bagus juga sedang terbatas beberapa hari ini. Pembeli yang datang biasanya mengeluh, jadi kami menyiasatinya dengan membuat paket jualan eceran berukuran kecil berkisar Rp5.000 sampai Rp10.000 agar tetap terjangkau," jelas Mila saat ditemui di lapaknya, Selasa (09/06).

Keluhan yang sama terpantau di Pasar 54 Amurang. Selfi (35), menyebutkan bahwa kenaikan harga cabai panjang hingga mencapai Rp80.000 per kilogram dipicu oleh tingginya biaya distribusi transportasi logistik di tengah pasokan yang menipis.

"Meskipun Amurang dekat dengan beberapa wilayah agraris, pasokan lokal belum mampu menutupi tingginya permintaan pasar. Sebagian besar stok bumbu tetap didatangkan dari luar, sehingga harga eceran di lapak kami otomatis mengikuti harga pasar induk di kota," Ujar Selfi.

Masyarakat dan para pedagang di Sulawesi Utara kini sangat berharap adanya langkah intervensi taktis dari Pemerintah Daerah serta Satgas Pangan setempat. Operasi pasar murah atau subsidi jalur distribusi logistik dinilai menjadi solusi darurat yang sangat dibutuhkan guna menekan inflasi daerah dan mengembalikan harga bahan pokok ke tingkat yang wajar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PICAH! Harga Cabai Rawit di Sulut Tembus 120 Ribu/Kg

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!