Potret dari seorang dokter dengan pita HIV/AIDS (Bermix Studio (Unsplash))
Sulawesi Utara - Kasus HIV/AIDS di Provinsi Sulawesi Utara terus menjadi perhatian pemerintah. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara terus mencatat adanya penambahan jumlah pasien dengan HIV sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data Dinkes Sulut, hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 4.624 pasien dengan HIV di Sulawesi Utara. Pasien-pasien ini sendiri telah mengetahui status HIV yang mereka miliki. Penemuan kasus terkait menunjukkan bahwa upaya pemeriksaan dan deteksi dini mulai menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Rima Lolong, menjelaskan bahwa mengetahui status HIV sejak awal menjadi langkah penting agar seseorang bisa segera mendapatkan penanganan medis. Dengan pengobatan yang tepat, orang dengan HIV atau ODHIV tetap dapat menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.
Dari 4.624 ODHIV, sebanyak 2.889 orang saat ini telah menjalani terapi antiretroviral yang bertujuan untuk mengendalikan perkembangan virus HIV di dalam tubuh dan membantu menjaga kondisi kesehatan pasien.
Selain memastikan pengobatan berjalan, Dinkes Sulut juga melakukan pemantauan melalui pemeriksaan viral load untuk melihat sejauh mana terapi ARV berhasil menekan jumlah virus dalam tubuh.
Kepada media, Rima menegaskan terkait peningkatan deteksi kasus HIV tidak hanya menjadi tantangan, namun juga jadi tanda apabila masyarakat harus mulai memiliki kesadaran agar mau melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Semakin cepat seseorang mengetahui status HIV, semakin cepat pula pengobatan bisa diberikan. Konsisten dalam menjalani terapi ARV menjadi kunci agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan virus dapat ditekan," ujarnya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kesehatan terus memperluas jangkauan layanan tes HIV di berbagai fasilitas kesehatan yang ada di berbagai wilayah. Tidak hanya itu, sebagai bentuk dukungan kepada pasien ODHIV, pendampingan juga terus diperkuat agar pasien dapat terus menjalani pengobatan.
Dinkes Sulut juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada ODHIV. Dukungan lingkungan sekitar, dinilai penting supaya masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan dan segera mendapatkan bantuan medis. Dengan meningkatnya akses pemeriksaan dan layanan pengobatan, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui status kesehatan mereka lebih awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan