Ilustrasi dari potret pohon yang ditebang (Freepik)
Sulawesi Utara – Di tengah kemajuan yang kita hadapi, ada kemunduran juga yang kita ciptakan. Manusia terkadang lupa, bahwa mereka hidup dengan bergantung pada alam, baik itu bergantung pada pepohonan untuk kualitas udara, maupun perairan untuk air yang kita hidup. Tahukah kamu, ancaman terbesar bagi keberlanjutan alam adalah gaya hidup kita? Temui Deforestasi atau pengundulan hutan dengan penebangan pohon secara besar-besaran, dan praktik pengalih fungsian lahan hutan menjadi non-hutan.
Deforestasi memiliki kontribusi paling besar terhadap krisis iklim. Oleh karena tuntutan pasar global pada sebuah komoditas, aktivitas agresif yang menargetkan pepohonan sebagai penyerab karbon dioksida sering terjadi.
Dampak deforestasi melingkupi: penghancuran kenakaragaman hayati, menghilangkan penangkal reskio banjir dan tanah longsor yang alami, sampai menciptakan kelangkaan air bersih dan banyak lagi. Langkah efektif untuk mencegah deforestasi adalah penegakan hukum terhadap pembalakan liar, dan dapat didukung oleh masyarakat dengan melakukan perubahan gaya hidup yang mendukung keberlanjutan seperti menerapkan zero waste, dan mengurangi produk sekali pakai.
Langkah lain yang ampuh namun akan memakan waktu lama untuk memulihkan sebuah kawasan deforestasi adalah dengan mengadakan reboisasi, atau penanaman pohon kembali, yang kelak, jadi warisan bagi generasi baru kedepannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan