Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 18 JULI 2026 • 08:00 WIB

Daftar Suku dan Sub Etnis di Provinsi Sulawesi Utara, Tahun 2026

Daftar Suku dan Sub Etnis di Provinsi Sulawesi Utara, Tahun 2026Potret dari salah satu penari Tarian Kabasaran, tari tradisional Minahasa (Andi Sabandi (Pexel))

Sulawesi UtaraSulawesi Utara selalu punya banyak pesona. Mulai dari Taman Nasional Bunaken, lanskap Danau Linow yang cantik, dan Gunung Lokon yang menawan. Memang, kalau soal yang namanya lokasi-lokasi ikonik di provinsi ini ngak pernah habis. Tapi, di balik daya tarik pariwisata alam dan kulinernya, provinsi yang letaknya paling ujung Pulau Sulawesi ini, tersimpan banyak kekayaan lain yang ngak kalah memukau. Apa itu?Apalagi kalau bukan keragaman suku dan budaya yang menjadikan Provinsi Sulawesi Utara sebagai sebuah provinsi yang istimewa.

Hidup dengan semboyan "Torang Samua Basudara", masyarakat Provinsi Sulawesi Utara sama seperti dengan masyarakat-masyarakat dari pulau dan wilayah lainnya pun terdiri dari berbagai suku-suku yang berbeda. Kamu penasaran dan pengen tau apa saja suku-suku tersebut? Kamu datang membaca artikel yang tepat. Yuk, sama-sama Indozone melihat dan berkelana mengetahui suku-suku yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.

1. Suku Minahasa

Suku Minahasa merupakan suku bangsa paling besar yang mendiami Provinsi Sulawesi Utara, dengan kurang 70% sebagai presentase suku masyarakatnya. Nama "Minahasa" datang dari kata Minaesa atau Maesa, yang bermakna "menjadi satu" atau "menyatukan". 

Kenapa demikian? Nama Minahasa merujuk pada peristiwa bersejarah di masa lampau ketika berbagai subsuku di tanah ini bersepakat untuk bersatu melawan musuh dari luar atau pada waktu itu, bangsa eropa yang datang untuk menjajah tanah Sulawesi Utara. Persatuan ini sendiri, masyarakat percaya terjadi di sebuah situs bersejarah bernama Watu Pinawetengan yang berati "tempat pembagian." 

Sekarang, apa saja sub suku yang ada dalam etnis Minahasa?

1. Tombulu

Masyarakat dari suku etnis Tombulu ini mendominasi tinggal di area Pineleng, Kota Tomohon, dan sebagian Kota Manado. Nama suku ini, merujuk pada kata Mbulu yang berati bambu, dimana pada zaman dahulu leluhur masyarakat tinggal di area hulu sungai dengan bambu sebagai tumbuhan yang dapat dijumpai dengan mudah.

2. Tountemboan

Nah, yang satu ini merupakan suku etnis yang paling besar dalam rumpun Suku Minahasa. secara etnis, kata Toun-temboan berati "Orang-orang dari atas" yang merujuk masyarakatnya merupakan orang-orang yang tinggal di bagian pegunungan.

3. Tolouur

Di bagian Minahasa, terutama wilayah seperti Tondano, dan sedikit menuju Airmadidi, serta Likupang, leluhur dari masyarakat dari tempat ini umumnya lahir dari suku etnis Tonsea yang dalam bahasa kuno, berati Orang Air, sebagai mana karakteristik masyarakatnya yang tinggal berdampingan dengan sungai, danau, hingga lautan.

4. Tonsawang

Tonsawang merupakan sub etnis yang masyarakatnya berada di area tenggara Provinsi Sulawesi Utara seperti Tombatu, Touluaan, dan Silian. Tonsawang, merupakan wilayah yang berada di era pegunungan, namun kaya akan bebatuan. Bahasa dari sub etnis yang satu ini merupakan dialek bahasa yang paling berbeda dari sanak saudara lainnya di Suku Minahasa. Oleh alasan tersebut, bahasa dari Tonsawang tetap dilestarikan masyarakatnya dengan menggunakannya sebagai dialek sehari-hari.

5. Pasan dan Ponosakan

Pasan dan Ponosakan, merupakan saudagar dari sub etnis Tonsawang karena berbatasan wilayah. Nah, kedua sub etnis ini dapat dibilang unik. Mereka merupakan gabungan budaya yang manis antara tanah Minahasa dan Bolaang Mongondow. Contohnya, bahasa mereka sendiri secara linguistik lebih dekat dengan bahasa Gorontalo-Mongondow dibanding rumpun bahasa Minahasa yang lain.

Sayang, kini para penutur bahasa Pasan dan Ponosakan semakin berkurang, sehingga bahasa ini kini menjadi salah satu subjek penelitian penting para ahli bahasa untuk tetap menjaga keberagaman dan warisan budaya leluhur dari sub etnis Pasan dan Ponosakan.

Ciri khas tradisi dan budaya Suku Minahasa

Dari Suku Minahasa, salah satu tradisi suku ini terdapat pada Mapalus. Apa itu Mapalus? Mapalus merupak sistem kerja yang mirip dengan gotong royong dengan timbal balik. Dalam tradisi ini, masyarakat saling bahu membahu dalam berbagai pekerjaan dan acara, seperti: pertanian, membangun rumah, syukuran, sampai kedukaan. 

Dalam Mapalus, tidak ada yang dibiarkan menanggung semua beban sendirian. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Daftar Suku dan Sub Etnis di Provinsi Sulawesi Utara, Tahun 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!