Ilustrasi dari potret peringatan tegangan listrik tinggi (Griffinw (Pexel))
Sulawesi Utara - Untuk sebagian besar manusia di muka bumi ini, piala dunia merupakan ajang paling gengsi di dunia dan harus dirayakan all out. Setelah pertandingan dinamis dan sangat intens baru-baru ini antara Inggris dan Argentina dalam memperebutkan tiket menuju final, tim sepak bola Argentina keluar sebagai pemenang dan mengejutkan para penggemarnya.
Sayangnya, perayaan dari kemenangan Argentina untuk melaju ke jenjang final belum lama ini berubah menjadi sebuah tragedi di Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Seorang anak laki-laki berinisial A (12) harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami insiden tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, Kamis (16/07), usai mencoba melepas bendera tim kesayangannya di atap rumah.
Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan, kejadian terjadi beberapa saat setelah peluit tanda akhir pertandingan selesai. A, sebagai korban yang merupakan pendukung tim sepak bola Argentina lantar berlari untuk melepas bendera tim kesayangannya dan berniat untuk melambai-lambaikannya sebagai bentuk perayaan kecil
Dari keterangan saksi mata, di tengah proses pelepesan bendera, naas, tubuh A bersentuhan dengan kabel instalasi listrik yang lintang di area atap sehingga korban terjatuh dari tempat kejadian.
Melihat kejadian tersebut, masyarakat sekitar segera bergegas memberikan pertolongan kepada korban dan membawanya dievakuasi menuju RSUD Liun Kendage, Tahuna, untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Hingga saat ini, baik pihak keluarga maupun pihak medis belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi korban. Sementara itu, pihak kepolisian Tahuna menghimbau kepada seluruh rakyat untuk tetap menghindari serta menghindari area instalasi kabel listrik untuk kejadian sama dapat terhindari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan