Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 19:06 WIB

Tugu Perang Dunia II, Makam Sekaligus Peninggalan Sejarah di Kota Manado.

Tugu Perang Dunia II, Makam Sekaligus Peninggalan Sejarah di Kota Manado.Potret dari Tugu Perang Dunia II di Pinaesaan (Wonderful Manado)

Sulawesi Utara - Di Kecamatan Wenang, Kelurahan Pinaesaan, sebuah tugu berdiri menjulang tinggi berdampingan di sebelah sebuah gereja. Melewati masa, tahun demi tahun Tugu Perang Dunia II menjadi saksi bisu dari Kota Manado, sehingga orang-orang bertanya, ada cerita apa di belakangnya?

Sejarah Tugu Perang Dunia II

Tugu Perang Dunia II dibangun pada tahun 1946 oleh seorang aristek asal Belanda bernama Ir. Van de Bosch. Tepat di samping Tugu Perang Dunia II ini, adalah GMIM Sentrum Manado, saksi bisu sejarah lain yang menyaksikan perkembangan Kota Manado dari masa ke masa.

Memiliki tinggi 40 meter, Tugu Perang Dunia II menjadi sebuah simbol dari penyerahan jiwa korban peperangan dan penjajahan kepada Tuhan. Hal ini dikarenakan jauh sebelum pembangunan Tugu Perang Dunia II, peperangan antar kekuasaan pihak penjajahan Belanda dan Jepang terjadi. Peperangan ini, menghantarkan jutaan jiwa melayang dari dua kubu yang berperang, dan para masyarakat yang tidak bersalah. Kehancuran dari Kota Manado pun dimulai, ditandai dengan penjajahan Jepang. 

Seolah tidak cukup, peperangan lainnya terjadi dengan perlawanan balik antara tentara Belanda dan sekutu, melawan Jepang. Peperangan berakhir dengan kekalahan Jepang dan kembalinya kedudukan Belanda. Dan di antara puing-puing serta kehancuran Kota Manado tersebut, Van de Bosch melihat korban-korban. Pada pembangunan Tugu Perang Dunia II ini pun Van de Bosch mendesain 4 buah penyangga berbentuk persegi empat yang berisikan abu jenazah korban-korban peperangan, dan pada puncaknya, Van de Bosch menempatkan empat bola yang melambangkan roda peti jenazah sebagai simbol pemisah mereka yang di bumi, dan mereka yang ada di surga.

Saat ini, Tugu Perang Dunia II dapat dikunjungi oleh masyarakat terbuka, sampai di lokasi, tidak hanya melihat Tugu Perang Dunia II, kamu pula akan melihat Gereja GMIM Sentrum Manado yang dibangun lebih lama. Indozone, itu dia sejarah dari Tugu Perang Dunia II, Sampe Bakudapa Ulang!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tugu Perang Dunia II, Makam Sekaligus Peninggalan Sejarah di Kota Manado.

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!