Potret dari Barangosai (Bob Jagendorf (Wikimedia))
Sulawesi Utara - Puncak serta akhir dari perayaan Tahun Baru Imlek akan mencapai pada hari ke-15 dalam bulan pertama di kalender Lunar, bagian penutupnya ini dikenal dengan sebutah Cap Go Meh. Kamu mungkin bertanya-tanya, memangnya apa itu Cap Go Meh?
Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien dengan arti "malam kelima belas." Biasanya, dalam tradisi Tionghoa, Cap Go Meh merupakan momen ketika bulan purnama muncul pertamakalinya di tahun baru dengan terang benderangnya. Cap Go Meh ini, menadakan akhir dari masa pantangan bagi masyarakat Tianghoa yang harus menjalankan pantangan selama imlek dan sebagai awal dari tahun baru yang akan mereka sambut.
Bagi umat Tri Dharma, Cap Go Meh menjadi waktu untuk menguncapkan syukur atas keberkahan serta perlindungan yang diberi Tuhan dan leluhur.
Di Sulawesi Utara, makna dari Cap Go Meh meluas menjadi simbol persatuan dan keharmonisan dimana masyarakat dari berbagai etnis dan agama berkumpul di sepanjang jalan untuk ikut memeriahkan pawai dan parade yang dilakukan oleh Jemaat Tri Dharma.
Pada Cap Go Meh, ada berbagai rangkaian acara yang dilakukan di kawasan pusat pecinan Kota Manado. Masyarakat setempat, mengenal kawasan ini dengan sebutan Kampung Cina dan terletak di Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang. Di Kelurahan inilah, sebuah klenteng pertama di Sulawesi Utara didirikan, menjadikan klenteng dengan nama Ban Hin Kiong ini sebagai pusat dari puncak perayaan Cap Go Meh.
Dari runtutan acara yang dinanati-nantikan, Pawai Tapikong, atau acara arak-arakan arca Dewa (Kim Sin) dan atraksi dari Tangsin merupakan daya tarik yang ditunggu-tunggu oleh ribuan wisatawan lokal maupun internasional. Beberapa acara lainnya yang ikut memeriahkan Cap Go Meh ini, tentu saja adalah Barongsai dan Liong, Kereta Hias, Musik Tradisional dan Tarian Tradisional.
Ada hal yang membuat Cap Go Meh di Sulawesi Utara ini berbeda, yakni akulturasi yang menunjukan kolaborasi dari tradisi masyarakat Tionghoa, sekaligus budaya dari Sulawesi Utara itu sendiri, yakni tarian Kabasaran. Jadi, jangan heran lagi ketika kamu menyaksikan Cap Go Meha ini dan nampak dalam barisan kirab, mendadak muncul pasukan kabasaran lengkap dengan pakaian khas mereka serta hentakan kaki yang ikut berjalan dalam parade berdampingan dengan rombongan pemain Barongsai.
Perayaan Cap Gomeh di Sulawesi Utara akan dilakukan pada 3 Maret 2026, Pemerintah Kota Manado, beserta Provinsi Sulawesi Utara saat ini telah bekerja sama dengan pihak-pihak Klenteng serta tokoh masyarakat untuk berhasil mengemas acara yang ditunggu-tunggu ini agar dapat memberikan pengalaman yang berkesan kepada para Umat Tridharma, masyarakat lokal, serta wisatawan.
Mengingat, acara Cap Go Meh ini menjadi salah satu acara penting untuk pariwisata di Kota Manado, dan dapat memberikan dampak domino yang positif bagi para pelaku UMKM, jasa transpotasi, pemandu wisata lokal, dan masih banyak pihak lainnya.
Untuk menjaga kelestarian tradisi ini, Indozone kamu dapat berpatisipasi ikut meramaikan Cap Go Meh dengan hadir di tengah-tengah masyarakat dan menikmati setiap rangkaian acara yang ada. Pastikan, untuk kamu merancang perjalanan menuju Kota Manado ini sehingga tidak ketinggalan acara Cap Go Meh-nya, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan