Jumat, 22 MEI 2026 • 17:15 WIB

Sejarah Lengkap Gunung Awu di Sangihe

Author

Potret dari kawah Gunung Awu (Kristianto (Centre of Volcanology & Geological Hazard Mitigation, Volcanological Survey of Indonesia))

Sulawesi Utara - Di bagian ufuk nusa utara, sebuah gunung berdiri tegak membelah awan. Gunung yang bernama Gunung Awu ini, merupakan sebuah sosok gagah terletak di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Di kalangan pencinta alam, Gunung Awu pastinya sudah bukan nama asing lagi. Terletak di tempat yang eksotis, kecantikan dari Gunung Awu sebagai perpustakaan alam men

Arti Nama Awu Dalam 

Untuk memahami asal-usul sejarah Gunung Awu, penting buat kita untuk memulainya dari awal, atau dari arti nama Gunung Awu.  Nama dari Gunung Awu, merupakan nama yang disematkan oleh para leluhur etnis Nusa Utara. Dengan artian dalam bahasa Sangihe kuno, kata "Awu" memiliki arti harfiah "abu" atau "debu".

Penamaan ini dikarenakan para pendahulu menyadari bahwa Gunung Awu pada dasarnya adalah sebuah pabrik dari abu vulkanis namun berbentuk raksasa yang setiap kali bergemuruh akan menghujani seluruh pulau dengan debu pekat.

Meskipun terkesan kelam, kata "Awu" kerap diasosiasikan dengan abu dari dapur atau perapian, yang dalam filosofi masyarakat Sangihe, melambangkan sumber kehidupan, kehangatan, dan tempat mengolah makanan untuk kehidupan. Hal ini, selaras dengan kondisi ekosistem dari Gunung Awu, yang berkat tanahnya yang subur dan kaya, menjadi rumah beragam etnis makhluk hidup, dan menjadi tempat pencarian nafkah sehari-harinya masyarakat. Nyatanya, di Gunung ini pula, terdapat beragam lahan pertanian masyarakat dapat ditemukan di bawah kaki Gunung Awu.

Sejarah Gunung Awu

Sejarah dari Gunung Awu, telah tertulis jauh sebelum kelahiran dari seismografis dalam bentuk tuturan lisan kuno Sangihe bernama Sasambo, lewat cerita rakyat yang diturunkan turun temurun oleh para tetua adat. 

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, Gunung Awu dianggap sebagai area sakral atau suci, dikarenakan tempat ini, adalah sebuah tempat bersemayamnya para roh leluhur  dan kekuatan adisurya.

Konon katanya, setiap kali Gunung Awu menunjukkan gemuruhnya dengan bergolak, tanda ini menjadi sebuah bentuk teguran dari alam semesta atas tindakan manusia yang mulai merusak harmoni antar setiap ciptaan, atau melupakan ritual rasa syukur kepada Mawu Ruata, yang dalam bahasa Indonesia berati Tuhan Yang Maha Kuasa.

Oleh karena alasan ini, beberapa wilayah lereng Gunung Awu dilindungi oleh hukum adat yang mengatur sejumlah wilayah untuk tidak dijamah oleh manusia dengan memastikan mereka tidak pernah dieksploitasi secara sembarangan. 

Selain dikarenakan hukum adat, secara geologis, Gunung Awu masih menjadi salah satu bagian dari kelompok satu gunung api paling aktif dan mematikan di wilayah Indonesia.

Sejarah mencatat, daya hancur gunung ini bersumber dari karakteristik kawah Gunung Awu yang mampu menampung volume air dan danau kawah yang sangat besar. Ketika magma mendesak naik, air kawah ini berubah menjadi banjir lahar panas yang menerjang apa saja di bawahnya. Bukti bencana erupsi historis Gunung Awu beberapa kali terjadi dan meninggalkan bekas di antara ingatan masyarakat Sangihe, yang pertama-tama dimulai pada tahun 1640 sebagai erupsi Gunung Awu yang pertama, kemudian pada tahun 1711, dimana di tahun ini, bencana erupsi Gunung Awu tercatat sebagai bencana erupsi paling parah dikarenakan menyapu bersih pemukiman warga, sehingga meninggakan ribuan korban jiwa, dan memaksa warga setempat untuk migrasi besar-besaran.

Setelah tahun 1711, erupsi Gunung Awu selanjutnya tercatat pada tahun 1812, dimana erupsi di tahun ini diperkirakan sangat besar, hingga dentuman meraungnya Gunung Awu terdengar hingga ke wilayah Filipina Selatan, dan abu yang dibawah oleh angin menciptakan kegagalan panen besar di Nusa Utara, sekaligus Filipina. 

Setelah beberapa puluh tahun kemudian, erupsi Gunung Awu pun kembali terjadi di tahun 1856, 1892, dan 1966. Setiap siklus letusan Gunung Awu, membawa kehancuran infrastruktur yang diikuti oleh kebangkitan kembali yang luar biasa dari masyarakatnya. 

Rentetan bencana yang dihasilkan oleh Gunung Awu, jelas justri tidak membuat masyarakat Sangihe meninggalkan pulau mereka. Sebaliknya, erupsi dari Gunung Awu ini melahirkan ketangguhan luar biasa dari masyarakat. 

Kekayaan dan Kecantikan Gunung Awu

Di balik riwayat vulkanisnya yang menakutkan, Gunung Awu menyimpan kekayaan ekologis yang luar biasa istimewa. Tanah vulkanis yang kaya akan unsur hara menjadikan kawasan hutan di lereng Gunung Awu sebagai suaka bagi flora dan fauna endemik yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi mana pun.

Kawasan hutan pegunungan Awu adalah rumah bagi burung Burung Niu atau Sangihe Shrikethrush dengan nama latin Coracina dohrni, dan burung Seriwang Sangihe atau Eutrichomyias rowley, yang mana, menjadi burung-burung  paling langka di dunia yang sempat dianggap punah.

Bagi para pecinta lingkungan dan pengamat burung  tingkat internasional, melakukan ekspedisi menembus hutan kabut Gunung Awu adalah sebuah pencapaian gaya hidup tertinggi, sehingga, memasuki tahun 2026, tren pariwisata telah bergeser dari sekadar hiburan visual instan menuju petualangan yang bermakna.

Kini, Gunung Awu kini mulai dilirik sebagai destinasi pendakian dikarenakan menawarkan paket lengkap seperti tantangan fisik, keindahan visual, dan edukasi keberagaman hayati. Tidak heran lagi, mengapa Gunung Awu mendapatkan posisi tersendiri dalam kalangan urban yang mendambakan pelarian dari kepenatan dunia yang begitu sibuk, dan mengapa, berdiri di puncak Awu sembari memandang hamparan Kepulauan Sangihe adalah sebuah bentuk pencapaian spiritual yang tiada tara.

Buat kamu yang berencana untuk mengunjungi Gunung Awu, kami amat sangat menyarankan untuk menggunakan jasa masyarakat setempat yang menawarkan buat jadi tour guide local untuk pengalaman wisata yang lebih maksimal.

Itu dia rangkuman dari Indozone, terkait sejarah serta asal-usul nama Gunung Awu. Kami berharap, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk keperluan para pembaca Indozone. Jangan lupa, buat kamu yang menemukan artikel ini membantu kamu mengenal Gunung Awu, untuk save and share this article ke teman dan keluarga kamu. Masih belum puas dan pengen tau fakta-fakta unik Provinsi Sulawesi Utara selanjutnya? Coba cek artikel terkait di bawah ya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU