Tangkapan layar dari monumen terkenal Schwarz di Langowan Timur dan GMIM Schwarz (Google maps)
Sulawesi Utara - Wilayah Langowan Raya sangat luas, dengan empat kecamatan yang ada di dalamnya. Sempat digadang-gadang akan menjadi wilayah Daerah Otonom Baru, Langowan Timur sebagai pusatnya telah mengalami perkembangan yang begitu pesat selama beberapa tahun terakhir. Nah, kamu mungkin penasaran keistimewaan serta profil dari kecamatan yang satu ini. Ini dia! Rangkuman profil serta fakta unik dari Kecamatan Langowan Timur yang sudah Indozone rangkum!
Kecamatan Langowan Timur merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis, Langowan Timur terletak antara 124°77°-124°34°(BT) dan 1°90° (LU) – 1°638 (LS).
Kecamatan Langowan Timur memiliki batas-batas:
Kecamatan Langowan Timur memiliki luas 22,43 (Km²) dan mempunyai delapan desa di dalamnya dengan rincian sebagai berikut:
| No | Desa | Luas Wilayah (Km2) |
| 1. | Amongena I | 2,40 |
| 2. | Amongena II | 0,71 |
| 3. | Amongena III | 2,14 |
| 4. | Karondoran | 0,96 |
| 5. | Sumarayar | 2,01 |
| 6. | Teep | 2,01 |
| 7. | Waleure | 0,93 |
| 8. | Wolaang | 2,14 |
Tahukah kamu? Asal-usul nama Langowan dari bahasa Tontemboan yang diambil dari kata Rangow atau Rongga. Berdasarkan dari catatan sejarah yang ada di Langowan, konon di di kecamatan inilah sebuah pohon besar tumbuh dan menjadi tempat untuk bernaung bagi menyembah leluhur. Para tetua dahulu, memanfaatkan rongga atau lubang yang besar dari pohon beringin ini sebagai pusat mereka, sebelum akhirnya ajaran Nasrani masuk dan mengubah tempat pohon tersebut sebagai rumah ibadah. Indozone yang sudah pernah mengunjungi Langowan Timur coba tebak dimana gereja itu sekarang?
Benar. Gereja GMIM Schwarz Sentrum adalah jawabannya.
Tahu tidak, ada fakta unik mengenai masyarakat dari Kecamatan Langowan Timur. Di beberapa desa di kecamatan ini seperti Amongena, Waleure dan Sumarayar, masyarakatnya terkenal dengan merantau ke luar negeri hingga tak tanggung-tanggung sampai ke Amerika, Australia, New Zealand dan Jepang. Ketika berada di Kecamatan ini, jangan heran ketika kamu tampak bangunan-bangunan rumahan yang megah dan berarsitektur modern seperti barat di tengah-tengah desa, berkat kerja keras dari masyarakat-masyarakat ini di negeri orang, kesejahteraan mereka tampak sebagai hasil jerih payah merantau di luar negeri.
Langowan Timur menjadi lokasi yang sangat krusial dalam sejarah perkabaran Injil dan Nasrani di Tanah Minahasa. Hal ini dikarenakan, dalam misinya untuk menyebarkan kepercayaan kepada Tuhan, dua penginjil dari Jerman tiba di Minahasa, dan salah satunya menetap di Langowan sebagai awal misi mereka pada tahun 1831. Misi yang dibawa oleh penginjil yang menetap di Langowan itu berat; Johan Gottlieb Schwarz namanya. Misi dari Schwarz berat, dikarenakan sebelum Injil tentang kebaikan Tuhan masuk, Langowan dikenal sebagai pusat dari tradisi dan budaya yang menyembah leluhur Minahasa dengan sebuah pohon berlubang di tengah-tengahnya sebagai pusat.
Schwarz lantas sadar, ia tidak dapat memaksakan misinya untuk masuk, dan memilih untuk berbaur dengan budaya masyarakat Langowan dan mengisi ruang spritual mereka. Menyaksikan masyarakat perlahan-lahan membuka diri mereka, sekolah-sekolah misi yang mengajarkan masyarakat untuk belajar membaca dan menulis lantas mulai masuk dengan penginjilan sebagai salah satu bekal materi yang perlu mereka kuasai.
Para pelajar-pelajar dari sekolah inilah yang lantas lahir dan menjadi guru-guru penginjilan baru di berbagai wilayah di tanah Sulawesi Utara, menjadikan Langowan Timur sebagai pusat penginjilan lokal.
Itu dia Indozone, rangkuman dari profil serta fakta-fakta unik dari Langowan Timur, nah, habis penasaran jangan lupa kunjungi Kecamatan yang indah ini, ya! Sampe Bakudapa Ulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan