Kamis, 09 JULI 2026 • 13:06 WIB

Polresta Manado Dalami Dugaan Perundungan Mahasiswa PPDS di RSUP Kandou

Author

Ilustrasi dari potret seorang tenaga medis yang tengah berpikir dalam (Mulyadi (Unsplash))

Sulawesi Utara -  Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Manado, secara resmi memulai penyelidikan terkait dengan kasus dugaan perundungan yang dialami oleh seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, yakni: dr. Adrian Rantung. 

Pada hari Rabu (08/06) kemarin, tampak penyidik mendatangi RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado untuk mengumpulkan informasi serta meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas almarhum selama menjalani pendidikan spesialis dan bertugas di rumah sakit terkait.

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami informasi yang berkembang di publik, termasuk dugaan adanya perundungan terhadap almarhum. 

Sebelumnya, dr. Adrian Rantung ditemukan meninggal dunia di kediaman orang tuanya yang terletak di Kelurahan Malalayang Satu Barat, Lingkungan VI, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, pada Minggu pagi, (05/07). Pada saat itu, almarhum pertama kali ditemukan oleh sang ayah saat hendak membangunkan almarhum. Ketika hendak dibangunkan, dokter Adrian ditemukan sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur di kamarnya. Sempat beredar narasi terkait perudungan yang dialami oleh dokter Adrian di media sosial. Meski demikian, hingga saat ini kepolisian menegaskan belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut.

Kepala Lingkungan VI Malalayang Satu Barat, Nonce Hebingadil, menjelaskan bahwa sosok dr. Adrian dikenal baik oleh lingkungan sekitar. Almarhum disebut sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

Belum lama ini, tepatnya pada hari Senin, (06/7), jenazah dokter Adrian diberangkatkan ke Morowali, Sulawesi Tengah, untuk dimakamkan sesuai dengan keputusan keluarga.

Hingga kini, baik pihak RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado maupun Universitas Sam Ratulangi belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya dr. Adrian maupun isu yang berkembang terkait dugaan perundungan.

Polresta Manado saat ini tengah memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang berkaitan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas informasi yang di tengah publik sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat. Oleh karena alasan terkait, pihak aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU