Ilustrasi dari minuman warna kecoklatan (Freepik)
Sulawesi Utara - Di daerah Sulawesi Utara, khususnya di bagian Kota Manado serta sekitarnya, ada minuman tradisional yang jadi primadona untuk orang kecapean yang lelah, letih dan lesuh, dan penghangat saat cuaca dingin. Perkenalkan, Saraba. Sebuah minuman yang kaya akan rempah, hangat dan enak, dan mampu mengusir rasa dingin dan meningkatkan stamina.
Saraba adalah simbol kebersamaan dari tradisi kongko atau berkumpul. Minuman ini jadi menu yang paling ralis di watung-warung kopi yang ada di pinggir jalan atau yang ada di tepi pantai. Sekilas, saraba memang tampak seperti wedang jahe dari jawa. Akan tetapi, saraba memiliki rasa dan aroma kompleks yang kaya dengan karakteristik bagian Timur Saraba.
Saraba memiliki rasa pedas, manis, dan harum oleh rempah-rempah. Ini karena bahan utama saraba adalah: jahe merah, gula merah, kayu manis, cengke, pala dan susu manis.
Selama beberapa puluhan tahun, perpaduan rasa yang membentuk minuman untuk menemani obrolan maupun untuk mengisi energi ini dipercaya dapat mengobati segala kelelahan dengan sekali teguk. Minuman ini paling nikmat disajikan saat panas dan mengepul, apalagi jika ditemani dengan pisang goreng atau kripik pisang groho. Keberadaaan saraba yang tak terlepas dari budaya nongkrong menjadikan warung-warung saraba di pusat Kota Manado sampai Tomohon selalu dikerumuni oleh orang-orang yang datang berkelompok.
Nah, Indozone, pastikan jika kamu mengunjungi Sulawesi Utara untuk jangan melewatkan pengalaman super autentik menyesap saraba ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pengalaman Langsung