Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 20:20 WIB

Sosok “Bote” Robert Wolter Monginsidi Pahlawan Nasional Indonesia dari Sulawesi Utara

Sosok “Bote” Robert Wolter Monginsidi Pahlawan Nasional Indonesia dari Sulawesi UtaraPotret Wolter Robert Monginsidi "Bote" Pahlawan Nasional Indonesia (Wikipedia)Hari ini, bangsa Indonesia secara resmi merayakan Hari Pahlawan Nasional. Memperingati hari yang mulia dan penuh perjuangan, Hari Pahlawan Nasional merupakan hari penuh dedikasi yang menandakan kepanjangan dari perjuangan bangsa kita untuk mencapai titiknya yang sekarang. Dibalik perjuangan itu, tentunya ada sosok-sosok yang berani dan berjasa bagi negeri ini sehingga namanya dikenang abadi di segenap sisi bangsa, di antara nama-nama itu, ada; Robert Wolter Monginsidi. Salah satu dari pahlawan nasional di Indonesia, yang berasal dari Sulawesi Utara.

Robert Wolter Monginsidi, “Bote”  panggilan akrabnya, lahir di Malalayang yang sekarang telah menjadi salah satu kecamatan yang besar di Kota Manado. Ia lahir di keluarga yang sederhana, dengan cita-cita sebagai kekayaan mereka. Wolter Monginsidi memiliki reputasi sebagai anak yang cerdas dan memiliki kemauan sekeras baja. Ia menamatkan pendidikan dari HIS ke MULO, yang jadi sekolah bergensi pada zaman Hindia Belanda.

Robert  memulai karirnya sebagai seorang guru yang pandai berbahasa di Liwutung, dan Luwuk dengan mahir berbicara dalam bahasa: Belanda, Jepang, Inggris dan Indonesia. Cinta akan tanah airnya, bersama dengan para pejuang muda di Sulawesi Selatan, Robert  memulai perlawanannya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Pada tanggal 17 Oktober 1945, di bawah koordinasi Robert, barisan angkatan muda pelajar dengan beradi melawan pasukan belanda dan melakukan serangan besar-besar dengan berhasil merebut tempat strategis dan vital yang sebelumnya diduduki oleh Belanda.

Robert dikenal sebagai sosok yang berani, ia tergabung dalam pasukan Ronggeng Daeng Rono sebagai penyidik dan berulang kali memasuki markas militer Belanda untuk menempelkan plakat perjuangan.

Sayangnya, Robert berhasil ditangkap pada 28 Februari 1947 oleh pasukan Belanda lalu dimasukan ke penjara. Di dalam selnya, Robert mendapatkan berbagai penawaran seperti posisi dan hadiah, namun ditolak mentah olehnya. Di luar jeruji, kawan-kawan serta keluarga Robert memperjuangkan kebebasannya. Ia bahkan sempat berhasil meloloskan diri dari sel penjaranya sebelum akhirnya kembali ke dalam jeruji dingin yang menyergapnya.

Pada tanggal 5 September 1949, dibawah keputusan Kolonial Belanda, Robert dijatuhkan hukuman mati.  Meski demikian, sorot mata Robert saat itu masih sama beraninya Ia di luar tahanan dan sama sekali tidak bersedih dengan kematian yang menantinya. Memegang keiimanannya sebagai seorang kristen, Robert menerima keputusan itu pada tanggal; 5 September 1949 di hadapan regu penembak sambil memegang kitab injil dengan kalimat “MERDEKA ATAU MATI.” Terlepas dari kematiannya, kalimat Robert masih abadi dan terus datang dari generasi muda yang ia inspirasi.

Pertanggal 6 November 1973, Robert Wolter Mongisidi atau “Bote” menerima gelar terhormat sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia, lalu di tanggal 10 November ditahun yang sama, Robert menerima Penghargaan tertinggi negara Indonesia, yakni Bintang Mahaputera (Adipradana).

Seperti kalimat terakhirnya, namanya kini abadi di sejumlah wilayah. Di jalan nasional, di taman, di rumah sakit, dan di sejumlah tempat lainnya, nama “Wolter Monginsidi” sabadi sebagai warisannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IKPNI

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sosok “Bote” Robert Wolter Monginsidi Pahlawan Nasional Indonesia dari Sulawesi Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!