Sulawesi Utara - Masyarakat Kecamatan Kakas baru-baru ini mengegerkan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara lewat postingan yang mereka bagikan di media sosial, terkait pembangunan dan preservasi jalanan Nasional di tempat mereka.
Mengutip dari akun facebook Epen Warouw yang ia bagikan lewat media sosial Facebook pada hari Jumat (08/11), Ia bersama rekannya menyoroti drainase yang belum lama ini dibangun di wilayah mereka. Terlepas telah dibangunnya drainase terkait semenjak dua minggu yang lalu, tatanan dari drainase yang mereka sorot langsung hancur dan roboh ketika mendapat tendangan dari salah satu masyarakat akibat komposisi bangunan yang buruk.
Proyek yang menjadi progam kerja oleh Kemetrian PU, Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Utara ini memiliki anggaranRp. 63.634.392.000,00 atau hampir menyentuh angka 64 miliar dan ditargetkan untuk selesai pada tahun 2026. Meski demikian, akibat material yang digunakan dalam pembangunan drainase ini dinilai rapuh dan buruk, masyarakat menuntut adanya inspeksi serta penyelidikan yang lebih lanjut dari pihak kementerian terkait untuk mengevaluasi pembangunan yang mereka lakukan supaya tidak adanya kerugian di kemudian hari baik untuk pihak kementerian, terlebih masyarakat sendiri, mengingat selain anggaran yang tergolong besar, kualitas dari infrastruktur adalah hal yang penting untuk mendukung pembangunan suatu wilayah.
Menanggapi hal ini, pada hari Senin (10/11), kementerian PU lewat pejabat PPK langsung turun lapangan untuk berdialog, dan menemui masyarakat. Melihat kondisi pembangunan drainase seperti yang dilaporkan buruk, bangunan drainase yang di inspeksi akhirnya dibongkar untuk pembangunan kembali menggunakan material yang lebih bagus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/@Epen WaroUw