Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 11:00 WIB

Panduan Itinerary Efisien untuk Menjelajahi Kota Manado

Panduan Itinerary Efisien untuk Menjelajahi Kota ManadoMonumen Tuhan Yesus memberkati yang jadi landmark ikonik Kota Manado (Indonesia Kaya)

Sulawesi Utara -  Kota Manado, dengan perpaduan unik antara lanskap pesisir dan perbukitan, sering kali menjadi titik transit utama bagi para pelancong yang hendak menuju Bunaken atau daerah pedalaman Minahasa. Namun, bagi kamu yang hanya memiliki waktu 24 jam atau sekadar singgah sebentar, Manado menawarkan pengalaman urban yang kaya akan budaya dan cita rasa kuliner yang tak terlupakan.

Menjelajahi Manado dalam satu hari membutuhkan perencanaan yang matang agar setiap detik yang kamu habiskan memberikan kesan yang mendalam. Berikut adalah panduan rute perjalanan sistematis dari pagi hingga malam hari untuk memaksimalkan kunjungan singkat kamu.

Pagi Hari: Menikmati Sarapan Kuliner Legendaris di Boulevard Bahu, Malalayang

Kamu akan memerlukan tenaga yang banyak untuk satu hari ini, jadi pastikan pagi kamu dimulai dengan sarapan. Bicara soal sarapan, kamu dapat memulai perjalanan kamu dengan menuju kawasann Boulevard Bahu, Malalayang, atau yang ada di depan Lion Plaza. Disini,  sarapan khas berupa kopi ditemani Biapong (bakpao) atau Gorengan panas dengan sambal roa legkap. Mau sesuatu yang lebih berat? Seporsi Bubur Manado Tinutua yang kaya akan sayuran di area ini adalah pilihan yang wajib dicoba.

Jelang Siang: Eksplorasi Cepat Wisata Sejarah dan Landmark

Setelah sarapan, kamu wajib untuk mengunjungi sejumlah landmark, yang menyimpan sejarah panjang di Kota Manado. Contohnya>

  • Klenteng Ban Hin Kiong: Merupakan klenteng tertua di Manado dengan arsitektur yang megah. Tempat ini sangat estetik untuk didokumentasikan.
  • Gereja Sentrum: Bergeser sedikit, kamu bisa melihat gereja bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Manado dari zaman kolonial.
  • Monumen Yesus Memberkati: Sebelum makan siang, sempatkan berkunjung ke kawasan CitraLand untuk melihat patung Yesus terbesar di Asia Tenggara yang sedang melayang. Landmark ini adalah ikon modern Manado yang tidak boleh dilewatkan.

Makan Siang: Mencicipi Sajian Autentik Ikan Bakar

Untuk makan siang, tidak ada yang lebih autentik daripada menyantap hidangan laut segar di pinggir pantai. Kawasan Pantai Malalayang atau deretan rumah makan di sepanjang Jalan Pierre Tendean (Boulevard) menawarkan berbagai pilihan ikan bakar. Sehabis makan siang, kamu dapat melanjutkan jalan-jalan kamu dengan belanja oleh-oleh dii kawasan Jalan Sam Ratulangi. Di sini Anda bisa membeli Klappertaart, Sambal Roa kemasan, hingga Kacang Goyang yang melegenda.

Malam Hari: Menjelajahi Wisata Malam dan Jajanan Kaki Lima

Bagaimana dengan malam hari? Malam hari di Manado adalah waktu di mana kota ini benar-benar "hidup". Untuk akhir perjalanan ini,  kamu dapat kembali ke pesisir Pantai Malalayang yang kini telah direvitalisasi menjadi area pedestrian yang sangat nyaman. Disini, beberapa kios milik masyarakat tersedia yang menyediakan jajanan sederhana. Kamu bisa mencoba Pisang Goreng Goroho yang dicocol ke sambal, atau menikmati semangkuk mie cakalang hangat di bawah lampu-lampu kota yang temaram. Suasana malam yang sejuk dengan irama deburan ombak akan menjadi penutup hari yang sempurna.

Sudah siap menjelajahi Kota Manado dalam 24 Jam ke Depan, Indozone? Persiapkan stamina dan ruang penyimpanan kamera kamu ya untuk mengabadikan setiap momen berharga di Kota Tinutuan. Nah, kira-kira dari ide rekomendasi di atas, destinasi mana yang paling ingin kamu kunjungi pertama kali?


 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Panduan Itinerary Efisien untuk Menjelajahi Kota Manado

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!