Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 APRIL 2026 • 10:00 WIB

Langusei, Ficus Minahassae yang Jadi Mahkota Tanah Minahasa.

Langusei, Ficus Minahassae yang Jadi Mahkota Tanah Minahasa.Potret dari Bunga Langusei (Astrid Cruaud, Jean-Yves Rasplus (Uluulu blog))

Sulawesi Utara - Dulu pernah jadi wajah di kepingan uang kertas 500 perak, dan kini namanya perlahan mulai terlupakan. Indozone, siapa yang tau mengenai Langusei? Tanaman dengan jenis pohon bernama latin Ficus Minahassae ini, merupakan sepupu dari Pohon Beringin dan menjadi wajah dari Provinsi Sulawesi Utara.

Mengenal Pohon Langusei

Sama seperti nama latinnya, Langusei merupakan salah satu Flora yang ditetapkan sebagai identitas Sulawesi Utara dikarenakan dapat ditemui dengan mudah di wilayah ini. Di beberapa daerah, Langusei disebut dengan nama lain, seperti: Mahangkusei, Tambing, dan Werenkusei. Bahasa inggrisnya? Fig Tree.

Pohon dari tumbuhan ini amat tinggi dikarenakan dapat mencapai angka 12-15 meter sehingga bunganya menjalar ke bawah. Bunganya, tak kalah unik. Bunga dari pohon ini muncul dari batang dan terkadang tersusun rapi menjutai ke tanah. Dengan bentuknya yang tampak seperti bongkol tidak jarang orang mengira bunga Langusei ini adalah buahnya. Namun, apabila kamu mengintip ke dalam, maka akan tampak bunga Langusei meskipun kecil.

Pesona dan Manfaat Pohon Langusei

Langusei telah digunakan sejauh secara mencatat dalam tradisi Minahasa. Orang-orang di zaman dahulu, memanfaatkan Pohon Langusei dari daun hingga akarnya sebagai obat dan campuran dalam minuman.

Hingga saat ini Langusei masih dicintai dan dimanfaatkan dikarenakan mudah untuk ditemui dan bermanfaat. Kulit batangnya yang lentur namun kuat, tak jarang menjadi bahan tali serta kerajinan seperti tas, keranjang, dan topi dikarenakan teksturnya yang halus namun awet dan bertahan lama.

Dedaunnya, sama seperti nenek moyang orang Minahasa dahulu, Daun Langusei dimanfaatkan sebagai obat alternatif untuk penyakit-penyakit ringan seperti batuk, badan sakit-sakitan, dan demam dengan cara direbus, ditempelkan ditubuh, dan ditumbuk. Buah dan akar Langusei pun tidak luput. Untuk beberapa orang, buah dan akar Langusei memiliki rasa manis sehingga dikeringkan, kemudian dijadikan sebagai campuran dalam minuman. Cita rasanya? Para orang tua mengatakannya seperti teh manis apabila diseduh hangat-hangat dan ditemani dengan kukis panada. 

Jadi, Pohon Langusei bukan hanya sekedar sebuah pohon biasa. Pohon ini merupakan identitas sekaligus peneman masyarakat Sulawesi Utara dengan hadir menyediakan segala kebutuhan kita dari daun hingga akarnya. Lebih penasaran lagi dengan Pohon Langusei? Jadwalkan kedatangan kamu di Sulawesi Utara segera!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Langusei, Ficus Minahassae yang Jadi Mahkota Tanah Minahasa.

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!