Ilustrasi dari potret seorang fotografer penyelam (Freepik)
Sulawesi Utara - Kalau membahas soal wisata di Sulawesi Utara, hal pertama terlintas di kepala kamu mungkin akan langsung mengarah pada kemegahan taman laut Bunaken atau ketenangan Selat Lembeh. Tapi kalau kamu bergeser sedikit saja dan mengarahkan pandangan kamu lebih jauh ke arah utara, melintasi hamparan Laut Sulawesi yang luas, maka kamu akan menemukan sebuah gugusan kepulauan yang menyimpan rahasia kecantikan purba bernama Pulau Sangihe.
Berbatasan langsung dengan perairan Filipina, Sangihe disebut-sebut sebagai permata di Sulawesi Utara. Di sini, kamu akan menemukan gaya hidup masyarakat lokal yang harmonis dengan alam bertemu dengan lanskap vulkanik yang dramatis sehingga terciptalah sebuah destinasi yang menawarkan kemewahan berupa ketenangan dijamin penuh keaslian. Nah, kamu mungkin bertanya-tanya, memangnya ada apa di Sangihe? Di pulau ini, ada beragam keunikan yang tidak akan kamu temukan dimana-mana.
Mulai dari fenomena gunung api bawah laut yang langka di dunia, sampai kehadiran burung-burung endemik yang nyaris punah. Semuanya ada di Sangihe! Dan kali ini, Indozone akan ajak kamu menjelajahi pulau yang jadi panggung bagi para petualang sejati yang mendambakan pelarian dari hiruk-pikuk kehidupan urban!
Puncak gunung Mahangentang (Wikipedia)
Gunung Api biasa ada di daratan, benar? Berbeda dengan gunung yang satu ini! Berbicara tentang potensi bahari di Sangihe, tentunya tidak terlepas dengan salah satu fenomena alam paling unik di planet ini, yaitu: Gunung Api Bawah Laut Mahangetang atau terkadang disebut sebagai Banua Wuhu oleh masyarakat setempat.
Gunung berapi ini, terletak di perairan Pulau Mahangetang dan menjadi daya tarik utama bagi para penyelam profesional dunia. Bagaimana tidak? Indozone, coba bayangkan bagaimana sensasi menyelam di mana kamu tidak hanya dikelilingi oleh terumbu karang yang sehat dan ribuan ikan berwarna-warni. Tidak berhenti disitu, kamu juga dismabut oleh kolom gelembung udara yang keluar dari dasar laut. Nah, inilah yang membuat Mahangetang unik. Tahukah kamu? Gelembung-gelembung yang keluar di atar perairan di area Mahangetang ini merupakan gas sulfur yang dilepaskan oleh perut bumi, sehingga, memberikan sensasi seolah kamu tengah berenang di dalam segelas air soda raksasa.
Beberapa orang mengutip, perasaan menyelam disini adalah nyaman. Mengingat, di beberapa titik-titik tertentu suhu air terasa hangat sebagai pengingat bahwa di dasar perairan ini, masih terdapat aktivitas vulkanik yang masih aktif. Meski demikian, kamu tidak perlu khawatir dikarenakan lokasi ini sangat aman untuk diselami dengan panduan profesional.
Bagi pengikut gaya hidup scuba diving, Mahangetang adalah "puncak pencapaian" yang wajib ada dalam daftar selam seumur hidup
Air Terjun Kadadima (Visiting Sangihe)
Keindahan Sangihe tidak hanya berhenti sampai di permukaan air laut. Daratan pulau yang berbukit-bukit ini masih didominasi oleh hutan tropis yang lebat dan tertutup. Keindahan alamnya ini, lantas menyimpan pemandangan-pemandangan cantik dan sumber daya bagi manusia yang melimpah. Salah satu destinasi yang terkenal di Sangihe ini, adalah Air Terjun Kadadima.
Wisata alam yang terletak di Desa Laine ini, merupakan air terjun yang menawarkan pemandangan tiga tingkatan air yang jatuh dengan anggun di tengah kerimbunan hutan. Ketika mengunjungi Kadadima, terkadang memang perjalanannya dapat menjadi terjal ketika cuaca buruk habis melanda Pulau Sangihe. Meski demikian, segala lelah dan rintangan yang kamu hadapi untuk mencapai lokasi ini akan terbayarkan begitu mendengar suara gemericik air terjun yang bertemu dengan kicauan burung di sekitarnya.
Lokasi ini merupakan destinasi wisata terkenal yang bagi wisatawan lokal serta macan negara. Meskipun jalananya memang agak terjal, tapi pemerintah setempat terus menata akses menuju Kadadima sehingga memungkinkan bagi siapapun untuk menikmati sisi Sangihe yang menawarkan kenyamanan dan kencantikan air terjun. Kamu bahkan bisa berenang di kolam alami yang jernih dan dingin disini. Sehingga perjalanan kamu untuk Kadadima pasti tidak akan sia-sia.
Potret burung Manu'Niu (E-bird)
Buat para pengamat burung dan pencinta lingkungan, Sangihe merupakan sebuah situs suci. Di pulau ini, tepatnya di dalam sebuah hutan yang terletak di kaki Gunung Sahendaruman, terdapat endemik langka dan kini terancam punah. Manu'Niu namanya. Burung dengan bulu berwana biru ini, cuma dapat ditemukan di Sangihe, dan Sahendaruman merupakan habitat terakhir mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan