Ilustrasi dari potret siluet sebuah gunung api (Unsplash)
Sulawesi Utara - Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan bentang alam menakjubkan. Laut biru yang membentang luas, gugusan pulau yang indah, kawasan hutan tropis, hingga budaya masyarakat yang kuat membuat provinsi ini selalu menarik untuk dibicarakan. Namun di balik lanskap yang memikat itu, Sulawesi Utara juga menyimpan identitas alam yang begitu khas, yakni deretan gunung api aktif yang berdiri megah di berbagai wilayah.
Nyatanya, Sulawesi Utara sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, jalur yang dikenal memiliki aktivitas vulkanik cukup tinggi di dunia. Posisi geografis ini membuat provinsi tersebut memiliki sejumlah gunung api aktif dengan karakter yang berbeda-beda. Dan untuk kamu yang penasaran gunung-gunung apa saja yang aktif di Sulawesi Utara, artikel ini sudah merangkumnya!
Kalau berbicara tentang gunung api aktif di Sulawesi Utara, nama Soputan hampir selalu masuk dalam daftar pertama. Gunung ini berdiri di wilayah Minahasa Tenggara dan dikenal sebagai stratovolcano dengan kubah lava di bagian puncaknya. Bentuknya menjulang tegas dan terlihat sangat ikonik dari kejauhan.
Soputan punya karakter alam yang kuat. Hamparan padang rumput, jalur hutan, serta bentang pasir vulkanik membuat gunung ini terlihat dramatis sekaligus indah. Banyak pendaki menyukai Soputan karena panorama puncaknya menawarkan pengalaman visual yang khas. Di sisi lain, Soputan juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hidup berdampingan dengan alam.
Hingga saat ini, gunung Soputan masih diwaspadai dikarenakan letupannya yang terjadi di tahun 2018 lalu, pernah mewarnai sebanyak 2 kabupaten tertutup dengan abu vulkanik yang berbahaya bagi manusia dan tanaman.
Di wilayah Bolaang Mongondow, Gunung Ambang berdiri anggun dengan ketinggian sekitar 1.795 mdpl. Gunung api aktif ini menyuguhkan pemandangan hijau yang berpadu dengan kabut pegunungan, menciptakan suasana sejuk dan menenangkan sejak dari kaki gunung.
Bagi pecinta alam, Gunung Ambang menawarkan jalur yang masih alami dengan vegetasi yang rimbun. Di sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menikmati lanskap pegunungan, danau kecil, serta udara segar yang membuat kawasan ini terasa memikat. Berdasarkan catatan sejarah vulkanologi, Gunung Ambang terakhir kali mengalami letusan pada kisaran tahun 1850-an, meski aktivitas fumarola di kawasan puncaknya masih terus dipantau hingga kini.
Bagi masyarakat Bolaang Mongondow, Gunung Ambang bukan sekadar pemandangan, tetapi juga bagian dari kehidupan. Lerengnya yang subur dimanfaatkan untuk perkebunan hortikultura, sementara gunung ini tetap hadir sebagai sahabat alam yang tumbuh berdampingan dengan warga sekitar.
Di Tomohon, pesona alam seolah tidak pernah benar-benar berakhir. Salah satu ikon yang paling lekat dengan wajah kota ini adalah Gunung Lokon yang berdiri tegak pada ketinggian sekitar 1.580 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini memiliki karakter yang khas; kawah aktifnya tidak berada tepat di puncak, melainkan di pelana yang membentang di antara Gunung Lokon dan Gunung Empung. Kawah itu dikenal sebagai Kawah Tompaluan, sebuah bentang vulkanik yang tampak dramatis dengan dinding batuan terjal, kepulan asap belerang, dan lanskap yang memberi kesan seolah bumi sedang berbisik dari kedalamannya.
Bagi banyak anak muda di Sulawesi Utara, Gunung Lokon telah lama menjadi bagian dari subkultur pendakian yang tumbuh hidup dari generasi ke generasi. Jalur pendakian klasiknya melintasi bekas aliran lahar dingin yang membentuk lorong batu menyerupai parit raksasa. Dari satu sisi terlihat gagah dan liar, sementara di sisi lain menghadirkan pemandangan yang terasa sinematik, terutama ketika kabut turun perlahan dan menutupi sebagian lereng.
Sebagai salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara, Gunung Lokon juga terus dipantau aktivitas vulkaniknya. Erupsi terakhir yang tercatat terjadi pada Juni 2023, ketika aktivitas dari Kawah Tompaluan kembali meningkat dan mengeluarkan kolom abu vulkanik dari area kawah.
Bergerak ke wilayah Minahasa dekat Tomohon, kita akan menemukan Gunung Tampusu. Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler Soputan atau Lokon di telinga wisatawan, meskipun memiliki ketinggian sekitar 1.180 mdpl.
Gunung Tampusu dikenal sebagai kawasan yang menawarkan suasana pegunungan yang lebih tenang dan menenangkan. Banyak warga maupun wisatawan datang untuk menikmati udara sejuk yang terasa segar sejak pagi hari.
Tidak sedikit pengunjung yang memilih datang ke kawasan Tampusu untuk berjalan santai, menikmati pemandangan, atau sekadar beristirahat sambil merasakan udara pegunungan khas Minahasa yang sejuk dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan