Sulawesi Utara - Menjadi ibu kota dari Kabupaten Minahasa, Tondano menjadi sebuah wilayah dengan banyak cerita. Tugu Proklamasi yang berada di tengah-tengah pusat pemerintahan Kabupaten serta alun-alun kota ini merupakan sebuah tugu yang unik. Menjadi pusat dari jalan lingkar, Tugu Proklamasi memiliki bentuk seperti Tugu Monas yang ada di Jakarta. Sehingga, tidak heran terkadang Tugu Proklamasi ini dikenal sebagai 'Monas Mini.'
Meski demikian, ada cerita apa dibalik Tugu Proklamasi ini? Pertama kali diresmikan oleh H.V. Worang pada 17 Agustus 1975, Tugu Proklamasi memiliki ketinggian 15 meter dan menjadi tugu yang dibangun sebagai simbol perjuangan melawan penjajah. Letak dari tugu ini berada di antara dengan gedung pusat Pemerintahan Kabupaten Minahasa dan Lapangan Sam Ratulangi.
Sama seperti namanya, Tugu Prokolamasi Tondano ini dibangun sebagai sebuah monumen untuk memperingati nyala semangat kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan, serta sebagai sebuah simbol penghormatan terhadap perjuangan leluhur rakyat Minahasa dalam mengusir bangsa Eropa.
Tugu Proklamasi ini kini menjadi sebuah lokasi yang populer, berdiri tinggi menjulang ke atas langit, ketika malam hari tiba, Tugu Proklamasi menjadi sebuah atraksi cahaya untuk spot wisata moonbae yang diselenggarakan di jalan pusat perbelanjaan Tondano tua.
Meskipun memiliki ukuran yang lebih kecil daripada monumen Nasional yakni Monas, Tugu Proklamasi telah lama menjadi wajah dari wilayah Tondano dan menjadi simbol kuat bagi semangat juang penduduk setempatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan