Minggu, 31 MEI 2026 • 22:39 WIB

Daftar Gunung Api Aktif di Sulawesi Utara

Author

Ilustrasi dari potret siluet sebuah gunung api (Unsplash)

Sulawesi Utara - Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan bentang alam menakjubkan. Laut biru yang membentang luas, gugusan pulau yang indah, kawasan hutan tropis, hingga budaya masyarakat yang kuat membuat provinsi ini selalu menarik untuk dibicarakan. Namun di balik lanskap yang memikat itu, Sulawesi Utara juga menyimpan identitas alam yang begitu khas, yakni deretan gunung api aktif yang berdiri megah di berbagai wilayah.

Nyatanya, Sulawesi Utara sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, jalur yang dikenal memiliki aktivitas vulkanik cukup tinggi di dunia. Posisi geografis ini membuat provinsi tersebut memiliki sejumlah gunung api aktif dengan karakter yang berbeda-beda. Dan untuk kamu yang penasaran gunung-gunung apa saja yang aktif di Sulawesi Utara, artikel ini sudah merangkumnya!

1. Gunung Soputan

Kalau berbicara tentang gunung api aktif di Sulawesi Utara, nama Soputan hampir selalu masuk dalam daftar pertama. Gunung ini berdiri di wilayah Minahasa Tenggara dan dikenal sebagai stratovolcano dengan kubah lava di bagian puncaknya. Bentuknya menjulang tegas dan terlihat sangat ikonik dari kejauhan.

Soputan punya karakter alam yang kuat. Hamparan padang rumput, jalur hutan, serta bentang pasir vulkanik membuat gunung ini terlihat dramatis sekaligus indah. Banyak pendaki menyukai Soputan karena panorama puncaknya menawarkan pengalaman visual yang khas. Di sisi lain, Soputan juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hidup berdampingan dengan alam.

Hingga saat ini, gunung Soputan masih diwaspadai dikarenakan letupannya yang terjadi di tahun 2018 lalu, pernah mewarnai sebanyak 2 kabupaten tertutup dengan abu vulkanik yang berbahaya bagi manusia dan tanaman.

2. Gunung Ambang

Di wilayah Bolaang Mongondow, Gunung Ambang berdiri anggun dengan ketinggian sekitar 1.795 mdpl. Gunung api aktif ini menyuguhkan pemandangan hijau yang berpadu dengan kabut pegunungan, menciptakan suasana sejuk dan menenangkan sejak dari kaki gunung.

Bagi pecinta alam, Gunung Ambang menawarkan jalur yang masih alami dengan vegetasi yang rimbun. Di sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menikmati lanskap pegunungan, danau kecil, serta udara segar yang membuat kawasan ini terasa memikat. Berdasarkan catatan sejarah vulkanologi, Gunung Ambang terakhir kali mengalami letusan pada kisaran tahun 1850-an, meski aktivitas fumarola di kawasan puncaknya masih terus dipantau hingga kini. 

Bagi masyarakat Bolaang Mongondow, Gunung Ambang bukan sekadar pemandangan, tetapi juga bagian dari kehidupan. Lerengnya yang subur dimanfaatkan untuk perkebunan hortikultura, sementara gunung ini tetap hadir sebagai sahabat alam yang tumbuh berdampingan dengan warga sekitar.

3. Gunung Lokon

Di Tomohon, pesona alam seolah tidak pernah benar-benar berakhir. Salah satu ikon yang paling lekat dengan wajah kota ini adalah Gunung Lokon yang berdiri tegak pada ketinggian sekitar 1.580 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini memiliki karakter yang khas; kawah aktifnya tidak berada tepat di puncak, melainkan di pelana yang membentang di antara Gunung Lokon dan Gunung Empung. Kawah itu dikenal sebagai Kawah Tompaluan, sebuah bentang vulkanik yang tampak dramatis dengan dinding batuan terjal, kepulan asap belerang, dan lanskap yang memberi kesan seolah bumi sedang berbisik dari kedalamannya.

Bagi banyak anak muda di Sulawesi Utara, Gunung Lokon telah lama menjadi bagian dari subkultur pendakian yang tumbuh hidup dari generasi ke generasi. Jalur pendakian klasiknya melintasi bekas aliran lahar dingin yang membentuk lorong batu menyerupai parit raksasa. Dari satu sisi terlihat gagah dan liar, sementara di sisi lain menghadirkan pemandangan yang terasa sinematik, terutama ketika kabut turun perlahan dan menutupi sebagian lereng. 

Sebagai salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara, Gunung Lokon juga terus dipantau aktivitas vulkaniknya. Erupsi terakhir yang tercatat terjadi pada Juni 2023, ketika aktivitas dari Kawah Tompaluan kembali meningkat dan mengeluarkan kolom abu vulkanik dari area kawah. 

4. Gunung Tampusu

Bergerak ke wilayah Minahasa dekat Tomohon, kita akan menemukan Gunung Tampusu. Meskipun namanya mungkin tidak sepopuler Soputan atau Lokon di telinga wisatawan, meskipun memiliki ketinggian sekitar 1.180 mdpl.

Gunung Tampusu dikenal sebagai kawasan yang menawarkan suasana pegunungan yang lebih tenang dan menenangkan. Banyak warga maupun wisatawan datang untuk menikmati udara sejuk yang terasa segar sejak pagi hari.

Tidak sedikit pengunjung yang memilih datang ke kawasan Tampusu untuk berjalan santai, menikmati pemandangan, atau sekadar beristirahat sambil merasakan udara pegunungan khas Minahasa yang sejuk dan nyaman.

Sekilas, Gunung Tampusu tampak tenang jika dibandingkan dengan beberapa gunung api aktif lain di Sulawesi Utara yang lebih sering menjadi perhatian. Di balik lanskapnya yang tampak teduh, gunung ini menyimpan jejak aktivitas vulkanik yang masih dapat dikenali hingga sekarang. Di beberapa titik kawasan sekitar, terdapat area fumarol yang mengeluarkan uap panas dari dalam tanah, serta aktivitas geotermal yang menandakan bahwa kawasan ini masih memiliki dinamika vulkanik alami.

5. Gunung Mahawu

Tepat berhadapan dengan Gunung Lokon, berdiri kembarannya yang berkarakter yaitu Gunung Mahawu. Gunung api dengan ketinggian 1.324 mdpl ini telah melesat menjadi salah satu destinasi wisata keluarga berbasis alam yang paling populer di Sulawesi Utara.

Saat ini, Pemerintah Kota Tomohon telah menata Gunung Mahawu dengan sangat rapi tanpa merusak keaslian alamnya. alur menuju gardu pandang puncak telah dilengkapi dengan anak tangga beton yang rapi dan ramah untuk anak-anak maupun lansia. 

Di kawasan ini, gaya hidup alam terbuka terasa kuat. Banyak orang datang untuk menikmati udara pagi, berjalan santai, mengambil foto, atau sekadar menikmati suasana tanpa terburu-buru. Mahawu menunjukkan bahwa gunung tidak selalu identik dengan ekspedisi berat. Kadang cukup datang, berdiri sebentar, lalu menikmati lanskap yang terbentang luas.

6. Gunung Klabat

Gunung Klabat punya posisi istimewa. Dengan ketinggian sekitar dua ribu meter lebih, Klabat dikenal sebagai gunung tertinggi di Sulawesi Utara. Dari kejauhan, bentuknya sangat dominan dan mudah dikenali.

Pendakian menuju Klabat cukup populer di kalangan pecinta alam. Jalurnya menantang, tetapi panorama dari puncaknya sering disebut sangat memuaskan. Menaklukkan Klabat membutuhkan persiapan fisik, mental, dan logistik yang matang. Pendaki harus menembus hutan hujan tropis yang lebat dengan estimasi waktu perjalanan berkisar antara 5 hingga 7 jam. 

Namun, segala peluh dan rasa lelah akan terbayar lunas begitu kamu mendirikan tenda di Puncak Gunung Klabat. Saat fajar menyingsing, kamu akan disuguhi pemandangan “negeri di atas awan” yang begitu memukau. Dari titik tertinggi ini, mata bisa memandang tiga wilayah sekaligus: Manado, Bitung, dan Minahasa Utara, yang terbentang indah dan dikelilingi garis pantai serta laut biru yang berkilauan.

7. Gunung Awu

Perjalanan kita kini melompat keluar dari daratan utama Sulawesi, menuju Kepulauan Sangihe di perbatasan utara Indonesia. Di sana, berdiri salah satu gunung api laut paling perkasa dan patut diwaspadai di Nusantara, yaitu Gunung Awu.

Gunung ini berdiri megah di pulau dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Dari kawasan pesisir, siluet puncaknya terlihat begitu dekat.

Gunung Awu memiliki sejarah erupis geologis yang sangat panjang dan dahsyat. Hingga saat ini, Gunung Awu disebut-sebut sebagai penjaga dari Nusa Utara. Jejak amarah dari Gunung Awu yang masif dengan danau kawah yang dinamis menyajikan pemandangan yang luar biasa megah.

8. Gunung Tangkoko

Destinasi terakhir kita berada di Kota Bitung, tempat di mana Gunung Tangkoko. Indozone, ada yang merasa familiar dengan nama ini? Sama seperti namanya, Gunung Tangkoko merupakan gunung api aktif ke delapan di Sulawesi Utara yang berada dalam kawasan konservasi Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Batuangus. 

Keberadannya di tempat yang unik dipenuhi dengan hewan-hewan endemik, menjadikan Gunung Tangkoko sebagai salah satu lokasi wisata edukasi lingkungan yang terbaik di dunia.

Menjelajahi jalur setapak Gunung Tangkoko yang berujung pada pemandangan Pantai Bira berpasir hitam vulkanik memberikan pengalaman pancaindra yang paripurna, mengedukasi kita tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem demi masa depan bumi. Bagi pencinta nature lifestyle, Tangkoko menawarkan pengalaman lengkap: gunung, hutan, satwa, dan laut dalam satu kawasan.

Jelajahi keagungan jalur cincin api Pasifik lewat delapan gunung api ikonik di Sulawesi Utara! Mulai dari agrowisata Gunung Ambang, padang pasir eksotik Soputan, ketenangan danau kawah Tampusu, hingga tantangan mendaki atap tertinggi di Gunung Klabat. Mari jo, torang jelajahi petualangan luar yang hebat dan ukir memori tak terlupakan di puncak-puncak gunung Sulawesi Utara!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU