Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 JULI 2026 • 16:43 WIB

Pengucapan Minahasa 2026: Macet Parah!

Pengucapan Minahasa 2026: Macet Parah!Potret dari kemacetan yang terjadi di sebuah perkotaan (Ankon Roy (Pexel))

Sulawesi Utara - Secara resmi, perayaan pengucapan syukur yang dilakukan di berbagai penjuru Kabupaten Minahasa berjalan dengan lancar pada Minggu, (26/07) kemarin. Masyarakat tampak penuh sukacita dan secara beramai-ramai merayakannya bersama sesama. 

Meski demikian, di balik semaraknya perayaan satu kali dalam satu tahun ini, kemacetan adalah sebuah pemandangan yang biasa. Berdasarkan pantauan dari tim Indozone, sejumlah titik di wilayah Kabupaten Minahasa, layaknya: Langowan, Kawangkoan dan Tondano tampak jelas.

Bagi sebagian pengendara, momentum merayakan pengucapan syukur tahun ini harus dibayar dengan kesabaran ekstra. Beberapa pengemudi mobil mengaku sudah tidak bergerak dari posisi mereka selama berjam-jam akibat padatnya volume kendaraan yang berebut ruang di badan jalan yang sempit.

Kendaraan-kendaraan ini merupakan antrian mobil yang hendak berkunjung ke saudara-saudara mereka. Lusy (45) masyarakat Manado mengungkapkan: "kami hendak menuju ke Toraget. Tapi dari Tugu Kacang Kawangkoan sana, kemacetan datang dari sisi kiri dan kanan. Sehingga, mau ikut jalan tikus pun susah." Ujarnya.

Lusy mengaku, dia dan keluarganya telah melakukan perjalanan dari pukul 11.00 WITA, namun hingga pukul 13.40 WITA, dia masih terjebak dalam kemacetan. "Untung ini bukan kali pertama, jadi kami sudah bawa bekal dan cemilan untuk anak-anak di kendaraan jadi selama macet pun mereka anteng-anteng saja." Tutup Lusy saat ditemui oleh tim Indozone.

Di salah satu wilayah Langowan Barat, tepatnya di Desa Tumaratas, masyarakat sekitar turun ke jalan untuk menawarkan nasi jahe, dodol dan minuman kepada para penggendara yang masih terjebak dalam kemacetan. Beberapa bahkan diajak untuk singgah dan menikmati hidangan keluarga yang menawarkan, meskipun tidak saling mengenal.

Gideo (27), mengatakan "Selain pengucapan, ini juga jadi acara tahunan dari masyarakat sini. Inti dari pengucapan itu berbagi sukacita, daripada muram-muram di dalam mobil karena macet, mending makan nasi jaha." Ujarnya sebagai salah satu masyarakat yang membagikan nasi jahe.

Kemacetan yang melelahkan pada hari raya pesta syukur masyarakat Minahasa itu lantas melahirkan sebuah kenangan bagi para pengendara, serta sukacita tersendiri dengan berbagi untuk masyarakat-masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pengucapan Minahasa 2026: Macet Parah!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!