Sulawesi Utara - Pada hari ini, Jumat (12/06), sebuah momentum iman dan sejarah yang sarat akan makna resmi terukir di tanah Minahasa Selatan dengan genapnya 195 tahun Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Minahasa. Perayaan agung yang dipusatkan di Rayon Minahasa Selatan ini menjadi tonggak sejarah penting untuk merefleksikan kembali perjalanan pelayanan yang telah berlangsung selama hampir dua abad di tanah Minahasa, terutama di Provinsi Sulawesi Utara.
Perayaan yang bertempat pada Lapangan Kantor Bupati di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, perayaan ini dihadiri oleh ribuan, bahkan jutaan jemaat, hingga pelsus, penatua, syamas sampai pendeta. Kehadiran massa yang luar biasa ini mencerminkan betapa kuatnya ikatan historis dan spiritual masyarakat Minahasa terhadap warisan iman dan pendidikan Kristen yang dibawa oleh para misionaris: Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz.
Ibadah syukur 195 tahun ini dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, M.Th. Dalam khotbah dan refleksi firman yang disampaikannya, Pdt. Adolf Wenas menekankan bahwa angka 195 tahun bukanlah sekadar deretan angka statistik penanda usia organisasi gereja, melainkan sebuah bukti otentik dari penyertaan Tuhan yang konsisten bagi tanah Minahasa.
"Perjalanan sejarah penginjilan dan pendidikan di Minahasa ini harus kita maknai dengan hati yang jernih sebagai fondasi kehidupan hari ini. Melalui refleksi mendalam, mari kita melayani Tuhan sepenu hati," ujar Pendeta Wenas.
Melalui kesempatan yang menggembirakan ini, Pendeta Wenas secara khusus mengajak seluruh umat dan jemaat GMIM yang hadir untuk menjadikan perayaan ini sebagai momen emas dalam berefleksi. Jemaat diajak untuk melihat kembali lembar-lembar sejarah masa lalu mengenai bagaimana perjuangan penyebaran firman dan perintisan institusi pendidikan Kristen pertama kali ditanamkan di tanah Minahasa, di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan zaman pada masanya.
Hingga ibadah syukur berakhir menjelang sore hari, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian. Perayaan hari ini tidak hanya meninggalkan kesan seremonial yang megah, tetapi juga berhasil memperbarui komitmen iman jemaat GMIM untuk terus menjadi garam dan terang dunia yang tetap menyebarkan injil dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan