Foto bendi yang sempat jadi moda transpotasi yang paling diminati di Sulut (Wikipedia)
Sulawesi Utara – 17 September menjadi tanggal dari peringatan hari perhubungan nasional (HARBUNAS) yang jadi tanda apresiasi terhadap semua pihak dalam jasa transportasi, baik itu transportasi darat, lautan serta udara. Kehadiran dari jasa transportasi ini memainkan peran penting bagi hampir seluruh insan yang ada di bumi dalam menjalankan aktivitasnya. Sejenak, tanpa moda transportasi banyak kegiatan yang dapat dibatalkan. Keberadannya yang jadi unsur penting di suatu wilayah inilah yang menjadikan tanggal 17 September sebagai momentum istimewa untuk pelaku yang bekeja di balik jasa transportasi ini setellah kerja keras mereka.
Di Sulawesi Utara tak terkecuali pastinya membutuhkan moda transportasi untuk masyarakatnya menjalankan aktivitasnya. Apa saja yang jadi langganan transportasi masyrakat di provinsi burung manguni ini? Berikut Indozone merangkumnya!
1. Bendi (1892-2000)
Bendi, atau delman sebutannya adalah langgganan orang Sulut di berbagai wilayah. Menggandalkan jasa bendi inilah orang kampung mencapai tujuan mereka dengan menumpang bagian krenda yang ditopang oleh seekor kuda. Dahulu, kehadiran bendi sangat populer, dengan harga yang murah jasa transportasi ini menjamin kamu sampai ke tujuan menikmati pemandangan ditemani sepatu kuda yang berbunyi lantang di atas jalanan, terdengar keren bukan? Jadi moda transportasi tradisional, dahulu Bendi merupakan simbol status untuk golongan atas, akan tetapi moda transpotasi ini perlahan-lahan mulai tergeser dengan kendaraan yang lebih modern. Di Sulawesi Utara, Bendi masih dapat ditemui di beberapa wilayah Minahasa; yakni Tondano, Kawangkoan serta Langowan, serta beberapa wilayah lainnya.
2. Bentor (2000-2012)
Bentor, atau kepanjangan dari becak motor ini adalah moda transpotasi dari provinsi tetangga Sulut, yakni provinsi Gorontalo. Jadi moda transpotasi yang besaing dengan becak di era tahun 2000, bentor merupakan modifikasi kendaraan bermotor dengan becak yang ditarruh didepannya. Sempat dilarang di Sulawesi Utara akibat jadi moda transpotasi rakitan yang ditakutkan membahayakan di lalu lintas, namun pengguna serta pembawa bentor ini tetap bertambah dan beroperasi. Bentor dianggap masyarakat sebagai jawaban untuk yang ingin berpegian dengan barang-barang tanpa takut kehujanan dan kepanasan. Selain itu mendapatkan kuris di depan, pemandangan semakin jelas.
3. Oplet (1980-2004)
Pertama kali datang ke ibu kota, Jakarta. Opel Let atau Opel kecil jadi moda transpotasi umum yang mulai populer karena dapat mengangkut banyak penumpang dengan roda empat. Merupakan modifikasi dari mobil sedang inggris, oplet yang memiliki penutup dari seng dan kayu jadi langganan para wanita dengan barang belanjaan mereka di pasaran. Meski dianggap menjadi tulang punggug moda transpotasi, sayangnya Oplet tergantikan dengan moda transpotasi yang lebih modern, yakni Mikro. Meski sudah tidak pernah tampak lagi, kehadiran Oplet tetap membawa pengaruh bagi beberapa jenis dan desain angkutan umum. Di daerah pertanian, beberapa mobil berjenis Pick Up dimodifikasi untuk pengangkatan barang seperti model Oplet.
4. Mikro (2004 – sekarang)
Mikro, atau kata umumnya mikrolet yang jadi gabungan mikro dan olet, adalah kendaraan moda transpotasi darat versi mini dari sebuah bus. Terkenal dengan warna khas biru mudanya, angkutan umum ini menggantikan oplet dengan kendaraan yang lebih tertutup seperti sebuah kendaraan pribadi dan menjadi minibus yang melayani penumpang dengan jarak yang jauh. Sampai saat ini, mikro jadi andalan angkutan umum bagi banyak orang di sulut, apalagi oleh anak sekolahan. Dengan ongkos yang murah dan nyaman, mikro masih nampak eksis di jalanan Sulawesi Utara.
5. Bus (1948- sekarang)
Bus, atau yang disebut sebagai Auto Tram adalah moda transpotasi massal yang mengangkut penumpang dua sampai tiga kali lebih banyak dari kendaraan 4 umumnya. Telah diperkenalkan sejak masa pemerintah kolonial Belanda, bus jadi jagoannya perjalanan jauh oleh para pengguna, dan jagoannya mengumpulkan banyak penumpang oleh pengemudinya. Penggunaan bus selalu di dorong di sulut untuk mengurangi intensitas kendaraan yang ada di jalan. Tetap tak tergantikan, dan jadi moda andalan, bus sekarang telah beradaptasi dengan perubahan setiap tahunnya. Bus-bus modern dengan desain fasilitas yang canggih dan nyaman sekarang jadi rebutan oleh para penumpangnya.
6. Kapal Laut (1993 – sekarang)
Memiliki wilayah yang luas, dengan berbagai jenis karakterstik wilayah, kapal laut adalah moda transpotasi umum untuk laut yang menjadi kunci serta jawaban bagi masyarakat yang wilayahnya terletaka di perairan. Kehadiran kapal laut di Sulawesi Utara sampai saat ini masih jadi eksis, dengan jumlah tampungannya yang berpuluh-puluh kali lipat dari moda kendaraan darat, kapal laut di sulut mendukung berbagai aktvitas yang penting, seperti perdagangan dan jasa, pendistribusian logistik dan transpotasi yang lebih efektif serta menjangkau wilayah dengan jarak yang teramat jauh yang tidak dapat dijangkau dengan moda kendaraan darat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia