Tugu Ikonik di Kota Bitung; Tugu Cakalang. (Sakurai Midori (Wikimedia))
Sulawesi Utara - Siapa sih yang tidak tau dengan Kota Bitung? Kota yang berada di penghujung Provinsi Sulawesi Utara ini terkenal sebagai Kota Cakalang sekaligus pintu gerbang marintim Indonesia bagian Timur. Kota Bitung, pada tanggal 10 Oktober 2026 nanti, secara resminya akan menginjak umur yang ke-36. Untuk sebuah wilayah, peringatan tahun ini menjadi istimewa dikarenakan sebagai bentuk pertumbuhan dan kemajuan daerah-daerah di Bitung sebagai sebuah Kota. Meski masih lama, bagaimana kalau kita merefleksi kembali perjalanan Kota Bitung pada awal wilayah ini berkembang menjadi kota industri yang begitu pesat? Simak berikut rangkumannya oleh Indozone!
Nama Bitung, secara etimologi diambil dari nama sebuah pohon dengan nama latin (Barringtonia asiatica) yang mana bertumbuh banyak di pesisir pantai Kota Bitung pada masa lampau. Kota Bitung, awalnya bermula menjadi sebuah wilayah kecamatan sebelum akhirnya berkembang menjadi wilayah administratif pada tahun 1975 dan diresmikan sebagai Kota Madya Daerah Tingkat II pada tahun 1990.
Masyarakat percaya, yang memberikan nama Bitung ini adalah penduduk pertama yang sering disebut sebagai Dotu Simon Tudus yang memiliki arti dalam bahasa daerah, Si Kitare Tumami.
Perkembangan Kota Bitung tidak terlepas dari desa nelayan yang disulap menjadi pusat industri perikanan nasional. Dengan keberadaan mereka untuk berada di pinggir provinsi, pelabuhan yang dibangun di kota ini menjadikannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang strategis dalam perdagangan kawasan pasifik, yakni perdagangan internasonal.
Secara bentuknya, lambang dari Kota Bitung ini adalah segi lima dengan warna biru laut sebagai warna dominannya yang dibatasi dengan warna merah. Lambang Kota Bitung ini, memperlihatkan setabgkai daun dari pohon Bitung yang berwana hijau dengan jumlah helai sebanyak 17. Tidak hanya helai daun dari Bitung, di dalam segi lima ini terdapat mayang kelapa yang berjumlah 45 berwana kuning emas yang menjelaskan mayang kelapa tersebut masih mentah.
Sama seperti beberapa wilayah lainnya di Provinsi Sulawesi Utara, seekor burung manguni pun tampak dalam Lambang Kota Bitung ini, dan tengah menaungi gunung ikonik di Kota Bitung, yakni Guning Dua Saudara.
Sebagai penutupnya, lambang Kota Bitung ini pun memiliki jangkar dengan warna perak, lambang jangkar ini menegaskan sekaligus mewakilkan identitas Kota Bitung, yakni sebagai Kota Industri.
Indozone, kira-kira ada yang punya kenangan menarik di Kota Bitung? Atau ada yang berencana untuk mengunjungi Kota tempat Cakalang ini? Jangan ragu dan jangan risau, dijamin pengalaman kamu di Kota Bitung pasti tidak akan terlupakan. Segera sambangi Kota ini dan bagikan pengalaman mu ke teman-teman kamu ya, Indozone!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan