Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 29 MARET 2026 • 20:44 WIB

Paduan Lengkap, Mengenal NASI JAHA, Menu Ikon di Sulawesi Utara

Paduan Lengkap, Mengenal NASI JAHA, Menu Ikon di Sulawesi UtaraIlustrasi dari potret bambu yang tengah dibakar (Freepik)

Sulawesi Utara - Indozone, kalau kamu datang dan berkenjung di Sulawesi Utara, terutama saat perayaan besar seperti Hari Raya Keagamaan, Pengucapan Syukur hingga acara pernikahan, ada satu pemandangan yang takkan terlewatkan. Aroma harum santan yang beradu dengan jahe dan daun pisang terbakar segera menyergap indra penciuman. Itulah proses pembuatan Nasi Jaha atau sering disebut dengan nama Nasi Jahe. Makanan primadona  yang menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan masyarakat Bumi Nyiur Melambai.

Bukan cuman sekedar makanan pengganjal lapar. Kudapan berbahan dasar beras ketan ini wajib hukumnya hadir dalam setiap momen syukuran. Penasaran bagaimana Nasi Jaha sebagai identitas budaya yang tetap kokoh di tengah gempuran kuliner modern di Sulawesi Utara? Ayo,ayo,ayo, berikut liputan Indozone dalam menggali rasa di tanah Toar-Lumimuut.

Arti nama Nasi Jaha

"Nasi Jaha" sendiri berasal dari dua kata: Nasi dan Jahe. Sesuai namanya, jahe adalah kunci utama yang memberikan sensasi unik di tenggorokan sekaligus aroma yang menggoda di hidung. Yang membuat kuliner ini unik adalah metode memasaknya yang masih tradisional, yakni menggunakan media bambu sebagai oven alami.

Kenapa bambu? Bambu memberikan aroma khas. Selain itu, bagian dalam bambu yang dilapisi daun pisang mempunyai panas merata, sehingga beras ketan akan matang dengan tekstur yang pulen dan sempurna di bagian dalam namun sedikit garing di bagian luar.

Resep dan Cara Pembuatan Nasi Jaha

Bahan Utama:

  • 1 kg beras ketan kemudian rendam selama minimal 3 jam.
  • 500 gram beras biasa untuk tekstur dan campuran
  • 1 liter santan kental.
  • 5-7 batang bambu muda dengan ukuran memiliki diameter sekitar 5-8 cm.
  • Daun pisang muda untuk melapisi bagian dalam bambu

Bumbu Halus:

  • 150 gram jahe tua yang sudah parut halus dan diperas untuk airnya.
  • 100 gram bawang merah.
  • 3 bagian putih batang serai.
  • Garam secukupnya.

Cara Pembuatan:

  • Bersihkan bagian dalam bambu dengan air, kemudian ambil daun pisang muda, gulung membentuk silinder, lalu masukkan ke dalam lubang bambu.
  • Campurkan beras ketan dan beras biasa yang sudah dicuci bersih.
  • Rebus santan kelapa bersama bumbu halus (jahe dan bawang merah) serta serai hingga mendidih dan harum.
  • Tuangkan santan berbumbu ke dalam campuran beras. Aduk rata hingga santan meresap ke dalam beras.
  • Masukkan campuran beras ke dalam selongsong bambu yang sudah dialasi daun pisang, pastikan isinya tidak penuh dikarenakan beras akan mengembang
  • Tutup ujung bambu dengan gulungan daun pisang.
  • Bakar bambu dengan posisi miring di atas bara api, putar bambu secara berkala agar matang merata.

Jadi, saat kamu nantinya berkunjung ke Sulawesi Utara di masa depan, pastikan aroma bambu terbakar ini memandu kamu ya Indzone. Menuju pengalaman rasa yang tak terlupakan dan melampauinya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Paduan Lengkap, Mengenal NASI JAHA, Menu Ikon di Sulawesi Utara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!