Senin, 16 MARET 2026 • 14:08 WIB

Helmud Hontong, Wakil Bupati yang Tolak Pertambangan di Sangihe.

Author

Foto pemerintahan resmi dari Helmud Hontong (Wikipedia)

Sulawesi Utara -  Pemimpin yang baik dan besar, adalah pemimpin yang membangun kepercayaan masyarakatnya dengan memperjuangkan hak-hak mereka. Di antara berbagai nama pemimpin yang telah menanggung suara-suara masyarakat dan tekun membawanya ke puncak, nama Helmud Hontong menjadi salah satu dari pemimpin baik dan besar tersebut. Sosok mantan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe ini, dikenal sebagai sosok kecil yang menjadi besar sehingga dia dicintai oleh masyarakat Kepulauan Sangihe. Untuk mengenang sosok pemimpin ini, ikuti perjalanan Helmud Hontong yang telah dirangkum oleh Indozone!

Profil dan Perjalanan Awal Helmud 

Lahir pada tanggal 9 November 1962, Helmud Hontong dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dan bersehaja. Sepeninggalan sang mendiang ayah pada umur 4 tahun, Helmud hidup menghidupi keluarga sebagai tulang punggung mereka dengan melakukan segala pekerjaan yang ia bisa. Di kala itu, di saat yang bersamaan ia  mencoba menamatkan pendidikan setinggi yang bisa dia capai. Kader dari partai Golongan lantas mendapatkan cita-citanya, dengan jejak pendidikan yang ia tempuh, kurang lebih:

  • SD YPK 2 TAHUNA, (1969 – 1974)
  • SMEP NEGERI TAHUNA, (1977 – 979)
  • SMEA NEGERI TAHUNA, (1980 – 1982)
  • STIE PIONEER MANADO, (2001 – 2004)

Setelah menamatkan pendidikan yang dia tuntut nun jauh, Helmud kembali ke pulau asalnya lalu mendirikan sebuah salon kecantikan. Dari salon kecantikan ini, kisah Helmud Hontong dimulai. Tidak ada yang menyangka, pria yang sehari-harinya menawarkan jasa potong serta merias rambut ini, beberapa tahun setelahnya,  menjadi nama dengan perolehan suara terbanyak saat pemilihan anggota DPRD Kepulauan Sangihe sebanyak dua kali pada periode 2009-2014 dan periode 2014 – 2017.

Pada tahun yang sama, Helmud Hontong dilantik sebagai Wakil Bupati Kepulauan Sangihe di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dan Gubernur Olly Dondokambey. 

Sebagai Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud dikenal sebagai sosok yang dicintai oleh masyarakatnya. Dengan lantang, Ia menyuarakan suara masyarakat Kepulauan Sangihe, dengan menentang rencana pengembangan tambang emas di tempatnya bahkan sampai mengeluarkan surat resmi yang ditunjukan kepada Kementrian Energi an Sumber Daya Mineral RI untuk memberhentikan izin perusahaan pertambangan di Sangihe.

Sayang, perjalanan Helmud harus berhenti pada tanggal 9 Juni 2021 setelah dalam penerbangan bersama ajudannya, ia menderita sakit kepala, batuk-batuk dan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis di bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Berdasarkan keterangan yang dirilis oleh pihak kepolisian, Helmud diduga meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. 

Sudah hampir  6 tahun lamanya Helmud Hontong meninggalkan dunia. Meski demikian, namanya tetap dikenang oleh masyarakat Pulau Sangihe dan kini seluruh masyarakat Indonesia, yang mengabadikan sosok Helmud Hontong sebagai semangat juang, simbol perlawanan, dan abdi ibu pertiwi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU