Rabu, 15 APRIL 2026 • 15:58 WIB

Sosok Abdi Buchari, Mantan Wali Kota Manado Periode 2008-2009

Author

Potret dari seorang sosok Abdi Widjaja Buchari, pada masa jabatannya. (Wikipedia)

Sulawesi Utara - Belum lama ini, Kota Manado berkabung atas kepulangan salah satu pemimpin berbakti yang dicintai masyarakatnya pada Selasa Kemarin, (14/04).

Abdi Widjaja Buchari, atau yang akrab disapa dengan nama Abdi Buchari ini, merupakan tokoh birokrat Indonesia dan pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Manado pada periode 2005-2008, dan menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota pada periode  2008-2009.

Pada usianya yang ke-66 tahun, beliau menghembuskan napas terakhirnya di Kampung Jawa, Tondano, Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).  Untuk mengenang sosoknya, Indozone merangkum seputar fakta dan riwayat dari Abdi Buchari sebagai berikut.

Riwayat Pendidikan

Abdi Buchari tercatat pertama kali menuntut ilmu di perguruan tinggi pertamanya di Universitas Sam Ratulangi Manado pada tahun (1984.) Di sana, beliau menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi, Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan sebelum akhrinya melanjutkan pendidikannya, dengan menuntut ilmu di Universitas Hassanudin di Program Pasca Sarjana, Studi Ekonomi Pembangunan dan Perencanan di tahun (1994.)

Pada tahun 1988, Abdi Buchari mengikuti Kursus Jangka Panjang Program Nasiioal LPEM - Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan Kursus “Regional Development and Planning for Eastern Part of Indonesia” oleh JICA di Hokkaido, Jepang (1996).

Dan belum cukup sampai disitu, Abdi Buchari tercatat merai Program Doktoralnya di Universitas Negeri Jakarta.

Sepanjang karir serta jalan pendidikannya, Abdi Buchari aktif dalam berperan di berbagai organisasi sebagai pengurus inti di: MW Presidium KAHMI Sulut, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulut, Pengda PERCASI Manado dan, Syarikat Islam Cabang Manado.

Riwayat Karir

Sebelum menjadi Wakil Wali kota serta pejabat pelaksana Walikota Manado, beliau menjajaki sejumlah kedinasan dan membangun karirnya dari tahun 1991 hingga 2009. Kurang lebih, Abdi Buchari menjabat sebagai Kepala Seksi Pengembangan Dunia Usaha Bappeda untuk tahun 1991–1995, kemudian berlanjut pada Kepala Seksi Pertanian Bappeda di ahun 1996-1998.

Dari seksi pertanian, Abdi Buchari melanjutkan jabatannya sebagai Kepala Seksi Perhubungan dan Pariwisata Bappeda di tahun1996–1998, dan menjabat sebagai Kepala Bidang Penelitian Bappeda di tahun 1998-2001 dan berlanjut menjadi Kepala Bidang LITBANG Sosial dan Pemerintahan Bapelitbang di tahun 2001-2002. 

Pada tahun ini, Abdi Buchari menjadi kepala Biro Perekonomian Setda hingga tahun 2005, sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota di tahun 2005-2008, dan secara resmi menjadi Wakil Wali Kota Manado yang ke-empat. Di tahun 2008, jabatan Abdi Buchari lantas naik, sebagai Pejabat Wali Kota Manado untuk periode tahun 2008-2009.

Sempat terlibat dalam kasus korupsi, Abdi Buchari ditetapkan sebagai tersangka dan masuk tahanan sebagai aksi penanggung jawaban akan tindakannya. Dari balik jeruji, di tahun 2013 publik digegerkan dengan buku yang ditulisnya berjudul Apakah karena saya Muslim? : catatan dari balik penjara Abdi Wijaya Buchari.

Pada tahun 2021 kemarin, Abdi Buchari dibebaskan dengan persyaratan usai menjalani hukuman atas tindakannya akibat penyakit yang ia derita dalam masa tahanan. Sebagai sosok publik, orang-orang mengenal nama Abdi Wijaya Buchari sebagai salah satu pemimpin di Kota Manado yag telah banyak berbuat jasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU