Sulawesi Utara – Jauh di ufuk pesisir selatan, tepatnya di semenanjung utara Pulau Sulawesi, terdapat sebuah desa yang kini menjadi perbincangan di berbagai dunia, dan dikenal secara internasional. Temui Desa Botubarani. Desa ini telah lama bertransformasi menjadi salah satu destinasi ekowisata paling prestisius di Indonesia karena keunikan tempat ini, dimana, manusia dapat bertatap muka langsung dengan penghuni samudra yang paling agung, yakni: Hiu Paus atau nama lainnya adalah Rhincodon typus.
Untuk melihat Hiu Paus, banyak pengunjung yang melakukan perjalanan darat dari Kota Manado untuk mencapai Gorontalo hanya untuk mengunjungi makhluk yang dijuluki "Raksasa Lembut" ini.
Sebagai seorang wisatawan, ada sebuah tanggung jawab besar bagi kita sebagai pengunjung untuk menjaga kelestarian ekosistem mereka melalui praktik wisata yang bertanggung jawab. Indozone lewat artikel ini bakalan ngajak kamu buat mengenal siapa itu Hiu Paus, sekaligus akan memberikan tips buat kamu untuk berwisata mengunjungi Hiu Paus!
Apa Itu Hiu Paus?
Bagi mereka yang baru pertama kali mendengar namanya, kata "Hiu" mungkin akan memicu rasa ngeri. Tapi, tapi, tapi persepsi dan pandangan tentang kata tersebut harus segera ditepis saat kita berbicara tentang Hiu Paus. Nah, Hiu Paus berbeda dengan kerabat jauhnya seperti Hiu Putih yang menjadi predator puncak di lautan. Hiu Paus merupakan ikan terbesar di dunia yang memiliki karakter sangat bersahabat, menjadikan mereka tidak berbahaya bagi manusia.
Indozone, tahukah kamu jikalau makhluk yang satu ini panjangnya bisa mencapai 12 hingga 18? Meski memiliki ukuran yang dapat dikatakan raksasa, penghuni laut yang satu ini hanya memakan organisme terkecil di laut atau Plankton loh!
Cara makan Hiu Paus sebenarnya sederhana. Bayangkan sebuah vakum, Hiu Paus berenang dengan mulut terbuka lebar untuk menyaring plankton, krill, telur ikan, dan terkadang ikan-ikan kecil seperti teri.
Kenapa? Nah, mereka tidak memiliki gigi tajam yang digunakan untuk mengoyak daging, tapi mereka punya ribuan gigi kecil yang tidak berfungsi untuk mengunyah, dan ini menjadi alasan mengapa Hiu Paus di Botubarani terlihat sangat ramah, bahkan, sering kali mendekat ke perahu nelayan dengan gerakan yang lambat dan anggun.
Unik, dan lain dari yang lain. Cara hidup dari Hiu Paus yang nomaden menjadikan kehadiran mereka di Botubarani sebagai sebuah keajaiban alam. Cuma di desa ini, Hiu Paus sering muncul meskipun hanya berapa meter dari bibir pantai karena limbah kepala udang dari pabrik pengolahan di dekatnya menjadi magnet sekaligus pakan tambahan alami bagi mereka.
Aksesbilitas Menuju Desa Botubarani
Sebenarnya, akses menuju Botubarani relatif mudah. Setelah melewati Provinsi Sulawesi Utara, terkhususnya Kota Manado, kamu hanya perlu waktu 20 sampai 30 menit dari pusat Kota Gorontalo. Buat kamu yang datang dari arah Sulawesi Utara, perjalanan melintasi jalur darat Trans-Sulawesi bakalan jadi cerita menakjubkan lain, dikarenakan kamu bakalan berkesempatan buat menyusuri pantai sepanjang jalan yang menyuguhkan pemandangan perbukitan dan laut. Dijamin pengalaman ini, akan memanjakan mata kamu sebelum akhirnya sampai di gerbang masuk ekowisata Desa Botubarani.
Waktu terbaik untuk melihat Hiu Paus kira-kira terletak antara pukul 06.00 sampai 09.00 WITA. Pada jam-jam ini, air masih sangat jernih dan cahaya matahari belum terlalu terik. Jadi perilaku Hiu Paus cenderung lebih aktif di permukaan.
Para nelayan di sekitaran Desa Botubarani adalah penjaga asli kawasan ini, jadi mereka memiliki insting yang kuat mengenai keberadaan Hiu Paus, kamu dapat menyewa kapal mereka, sekaligus memempercayakan arahan untuk melihat Hiu Paus. Dalam perburuan untuk mencari Hiu Paus, kami menyarakan buat para pembaca Indozone supaya menyiapkan baju renang atau wetsuit dibalik pakaian, jika nanti kamu berencana untuk nyempul ke dalam air.
Disini, pemerintah daerah dan masyarakat setempat telah mengelola Desa Botubarani dengan cukup baik. Jadi tersedia area parkir, ruang ganti, penyewaan alat snorkeling. Biasanya, usai diantar para nelayan ke titik tempat Hiu Paus muncul, kamu jadi tidak perlu menempuh perjalanan laut berjam-jam; jika kamu beruntung, hanya dengan mendayung perahu selama beberapa menit, sang raksasa sudah terlihat mengambang di permukaan air.
Hal Penting Sebelum Melihat Hiu Paus
Sebelum melihat Hiu Paus, Indozone, kamu perlu tau beberapa poin yang akan menjadikan kamu sebagai wisatawan baik! Mengingat diri kita tamu di rumah alam menjadi hal krusial di beberapa tempat.
Mengingat, perilaku kita sangat menentukan keberlangsungan hidup makhluk-makhluk ini. Untuk kamu yang belum tau, Hiu Paus adalah spesies yang rentan dan dilindungi secara penuh oleh hukum Indonesia melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013. Oleh karena itu, gaya hidup wisata yang keren saat ini bukan lagi soal mendapatkan foto yang paling dekat, melainkan soal etika kita terhadap lingkungan.
Berikut adalah poin-poin krusial yang wajib ditaati saat melakukan interaksi di Botubarani:
- Dilarang Keras Menyentuh Hiu Paus: Walaupun kulit Hiu Paus tampak tebal, akan tetapi menyentuh Hiu Paus dapat menyebabkan stres yang luar biasa pada hewan tersebut. Selain itu, perlu dipahami jika kulit Hiu Paus dilapisi oleh lapisan mukus berbentuk lendir yang jadi pelindung dan penghalang untuk infeksi bakteri. Sentuhan tangan manusia dapat merusak lapisan ini dan menularkan bakteri dari kulit manusia ke tubuh ikan.
- Menjaga Jarak Aman: Buat melihat Hiu Paus, jarak yang ideal adalah 2 sampai 3 meter dari tubuh Hiu Paus. Kalau kamu berada di atas perahu, pastikan kaki kamu tidak menjuntai ke air saat ikan mendekat, dan kalau sedang menyelam atau melakukan snorkeling, hindari untuk memotong jalur renang mereka dan tetap menjaga jarak aman. Jika Hiu Paus berenang ke arah kamu, penting buat tetap tenang dan perlahan bergerak menjauh ke samping untuk memberikan ruang bagi mereka lewat.
- Hindari Penggunaan Lampu Flash: Mengabadikan Hiu Paus lewat foto memang keren, tapi penting untuk diketahui oleh Indozone jika Mata Hiu Paus sangat sensitif terhadap cahaya yang tiba-tiba dan terang. Jadi, kalau kamu ingin mengabadikan momen Hiu Paus di bawah air, pastikan lampu kilat kamera kamu dalam posisi mati.
- Larangan Membuang Sampah: Sampah plastik dan limbah berbahaya adalah musuh utama Hiu Paus dan fauna di bawah laut lainnya, karena mereka bisa tidak sengaja menelan plastik saat menyaring air untuk makan ataupun berenang bebas dengan kehadiran sampah. Jaga kebersihan perairan pun menjadi hal penting serta krusial, jadi, alangkah baiknya untuk menyimpan bungkus atau kemasan yang terpakai kamu di saat berburu pemandangan Hiu Paus dan membuangnya nanti ketika berada di daratan, dan ketika melihat tempat sampah.
Melihat Hiu Paus di Botubarani pastinya jadi pengalaman spiritual yang berkesan dan untuk memastikan anak cucu serta generasi mendatang untuk mendapatkan pengalaman yang sama ini, mari jadi wisatawan yang bijak dan cinta alam, dengan menikmati keindahan flora dan fauna tanpa merusak habitat mereka.
Tunggu apa lagi? Kosongkan jadwal kamu, dan simpan serta bagikan artikel ini ke keluarga atau teman-teman kamu, dan segera rancang rencana kalian menuju Botubarani untuk bertemu dengan Hiu Paus!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan