Sulawesi Utara - Masyarakat Sulawesi Utara pasti sudah tidak asing dengan nama Sigar. Fam yang dimiliki oleh jutaan orang ini, ternyata adalah fam yang sama dimiliki oleh leluhur orang nomor satu di Indonesia, yakni Prabowo Subianto.
Memiliki darah yang berakar dari tanah Minahasa memang sudah bukan rahasia lagi di tengah-tengah masyarakat. Namun tahukah kamu Indozone? Presiden Prabowo ternyata memiliki leluhur yang tercatat dalam sejarah dan dikenal dengan nama Benjamin Thomas Sigar. Kamu mungkin bertanya-tanya, siapa dia? Nah, ikuti perjalanan Indozone mengulik sejarah dari leluhur orang nomor satu di Indonesia dalam artikel ini.
Siapa Benjamin Thomas Sigar?
Lahir di Langowan pada awal tahun 1790, Benjamin Thomas Sigar merupakan seorang perwira perang. Nama Benjamin tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pemeran yang memegang posisi penting ketika Perang Jawa yang pernah menguncang pemerintah Hindia Belanda.
Akibat wibawa dan kepemimpinan dari Pangeran Diponegoro, militer kolonial Belanda kewalahan. Tidak hanya rugi secara material, namun perang panjang yang berlangsung selama lima tahun ini pun merebut jutaan tentara Belanda. Menyadari kertepurukan mereka yang memalukan ini, maka Belanda mengirim permintaan bantuan kepada wilayah jajahan mereka yang lain, termasuk Minahasa.
Menjadi wilayah yang kala itu terikat dalam hubungan kolonial, maka Minahasa lantas memberikan dukungan militer. Selanjutnya dukungan militer ini dikenal sebagai Pasukan Tulungan, atau Hulptroepen uit de Minahassa. Dipimpin oleh Tololiu Hermanus Willem Dotulong dari Sonder, nama Benjamin Thomas Sigar pun muncul sebagai seorang Kapiten.
Dalam kepemimpinannya, Benjamin memiliki sebuah tugas khusus. Tugasnya adalah menghadapi gerilya pasukan Diponegoro yang lantas berpuncak dengan penangkapan sang visioner kemerdekaan berani pertama di Hindia Belanda.
Usai Masa Kepemimpinan
Setelah berhasil merubuhkan perlawanan di medan perang, bersama pasukan-pasukannya, Benjamin Thomas Sigar lantas dikembalikan ke kampung halaman mereka. Atas jasanya, Benhamin Thomas Sigar mendapatkan pangkat kehormatan Majoor dan memimpin wilayah sebuah distrik, yakni Langowan.
Jabatan dari Benjamin Thomas Sigar ini kala itu mungkin setara dengan seorang camat di zaman sekarang. Sehingga, ia memiliki pengaruh besar terhadap politik, sekaligus pemerintahan di Minahasa. Pada pertengahan abad ketika ajaran Kristen mulai meluas di Minahasa, Benjamin Thomas Sigar tercatat sebagai salah satu toko yang mendukung agar ajaran Kristen berkembang wilayah ini. Bahkan, pada tahun 1841, ia menerima baptis, dan secara resmi mengikuti ajaran sang Kristus.
Berkat posisinya penting, pembaptisan dari Benjamin Thomas sigar ini membawa dampak bagi masyarakat, dengan masyarakat yang di Langowan berbondong-bondong menyerahkan diri mereka untuk dibaptis.
Hubungan Dengan Presiden Prabowo
Benjamin Thomas Sigar wafat diperkirakan pada tahun 1879, sebagai Majoor Hukum Tua. Makamnya dapat ditemukan di wilayah kepemimpinanya itu, meninggalkan garis keturunan yang jika di telusuri mencapai Presiden Prabowo.
Pada saat kunjungannya di bulan September tahun 2025 di Belanda, Presiden Prabowo sempat membagikan momen di media sosial kala berkunjung ke makam dari kakek dan neneknya dari garis keturunan sang ibu, di sebuah pemakaman di Belanda.
Dari nama-nama tersebut, fam Sigar tersusun rapi yang setelah ditelusuri lebih lanjut, menjadikan Benjamin Thomas Sigar merupakan kakek buyut dari Dora Marie Sigar, dengan Dora Marie sebagai sosok cicitnya.
Lahir di Langowan, Dora Marie Sigar merupakan putri dari Philip Fredering Laurens Sigar, dan Cornelie Emilia Maengkom. Sempat menjadi seorang aktivis, kemudian seorang perawat, dari pernikahannya dengan sosok duta sekaligus mantan menteri keuangan di Indonesia yakni Sumitro Djojohadikusumo, Dora Marie lantas dikaruniai empat orang anak, termasuk Hashim Djojohadikusumo, serta Prabowo Subianto.
Jadi, itu dia semua yang perlu kamu ketahui terkait sosok Benjamin Thomas Sigar berserta hubungannya dengan orang nomor satu di Indonesia saat ini. Nah, apa kamu menemukan artikel ini bermanfaat? Coba kome di bawa fakta-fakta lain yang kamu ketahui ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan