Sulawesi Utara – Olahraga lari kini telah menjadi olahraga yang gemar diminati dan sedang naik daun di berbagai kalangan baik orang muda, sampai lanjut usia. Oleh sebab itu, acara demi acara yang menangkup olahraga ini kian diadakan di berbagai tempat dan menerima banyak peminat.
Kawanua Fest, merupakan salah satunya. Sempat digadang-gadang menjadi event lari yang paling hebat dan bergensi di Kota Manado di bulan November ini, acara olahraga lari yang diikuti oleh ribuan orang ini, malah berubah menjadi kacau. Memiliki jarak 5 Km, beberapa peserta menyoroti pengelolaan event yang teramat buruk dan merugikan mereka.
Para peserta dari Kawanua Fest memprotes, beberapa dari mereka tidak mendapatkan medali dan benefit yang tidak sesuai dengan biaya pendaftaran. Tidak hanya itu, tim desain logo serta medali dalam ajang olahraga ini bahkan mengaku belum mendapat bayaran sama sekali ketika biaya pendaftaran event ini, mencapai angka kisaran 200-300 ribu per peserta.
Geram, para peserta ramai-ramai melaporkan kekacauan dari ajang lomba lari ini dan menuntut pertanggung jawaban dari pihak panitia dan pengelolah dengan membuat laporan kepada pihak berwenang. Menanggapi hal tersebut, aparat kepolisian mengamankan Risal Faisal Pou, ketua panitia Kawanua Fest untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut demi kepentingan penyelidikan usai akun instagram Kawanua Fest menghilang.
Risal diduga kuat menggelapkan uang pendaftaran yang telah terkumpul untuk kepentingan pribadi dan berniat untuk kabur. Tidak hanya di Kota Manado, masyarakat lantas menyoroti Sultan Hasanuddin Heritage Run yang akan dilaksanakan di Kota Makasar yang lagi-lagi diketuai oleh Risal sebagai pihak kepala panitia dan menuntut penindakan yang lebih lanjut, agar tidak ada korban dari acara penipuan.
Poster Kawanua Fest yang beredar di media sosial (Kawanua Fest)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sulut Viral