Potret dari salah satu Waraney yang mementaskan tarian Kabasaran (Wikipedia)
Sulawesi Utara – Merayakan keberagaman serta adat yang ada di wilayahnya, Festival Danau Tondano akhirnya digelar! Jadi event yang dinanti-nanti, Festival Danau Tondano telah dimulai selama beberapa hari terakhir dengan beberapa penampilan fantasis dan memukau.
Pada hari ini, jumat (21/11) ribuan pasang mata tertuju pada barisan Waraney yang memulai perjalanan mereka, mementaskan tarian Kabasaran yang terkenal dan kebangaan orang Minahasa dari titikBenteng Moraya Tondano yang jadi simbol historis dan perlawanan Minahasa, menuju Lapangan Sam Ratulangi.
Diikuti oleh puluhan orang, aksi dari para Waraney ini dilakukan tanpa menggunakan alas kaki yang seolah-oleh mengambarkan penegasan adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Tarian perang tradisional asal suku Minahasa ini menampilkan gerakan tari yang tegas, enerjik dan terkadang menyeramkan sebagai simulasi persiapan untuk pertempuran.
Setiap Waraney harus menampilkan kondisi gagah dan berani, tampilan dari prajurit di medan peperangan untuk membela kehormatan suku. Lengkap dengan atribut dan pakaian adat, Tondano hari ini diwarnai dengan warna cerah lambang daarah dan keberanian dari setiap Waraney.
Sepanjang rute perjalanan, suasana dipenuhi dengan teriakan penyemangat dan sanggar dari setiap Waraney yang berlatarkan tambur dan langkah kaki penuh percaya diri dari Waraney yang menciptakan resonasi magis dan memukau setiap masyarakat setempat yang menyaksikan parade ini.
Parade di hari ini tidak hanya menampilkan sebuah tarian, namun juga mendeklarasikan keindahan dan kekayaan budaya Tana Minahasa yang tak bernilai dan masih abadi dilestarikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Tondano