Sulawesi Utara – Angkutan umum, adalah salah satu pilar dari moda transpotasi yang mendukung aktivitas masyrakat. Mematok harga hanya enam ribu, di Kota Manado angkutan umum jadi mata pencaharian ratusan, bahkan ribuan dari masyrakat. Namun, mata pencaharian itu harus tergusar dalam waktu dekat ini usai kehadiran dari bus Trans Manado yang menjadi moda transpotasi baru yang mulai menarik perhatian masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Pengusaha Angkutan Kota Manado pada hari ini senin (1/12) melakukan aksi damai yang digelar di depan Kantor Walikota Manado untuk menuntut mata pencaharian mereka yang harus tergencet di tengah-tengah harga segala kebutuhan naik.
Aksi massa sempat melakukan blokade di Zero Point, Kecamatan Wenang, yang sempat mengakibatkan kelumpuhan bagi kendaraan lain untuk mangakses jalan, para sopir mikro ini menuntut untuk bertemu dengan Wali Kota Manado dan menyampaikan aspirasi mereka.
Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi damai ini meliputi: biaya uji coba Trans Manado yang digratiskan selama 3 bulan sehingga menarik banyak masyarakat untuk beralih moda transpotasi umum, kemudian titik bus stop yang ditetapkan pada lokasi-lokasi supir mikro mencari penumpang.
Para sopir mikro ini berharap pihak pemerintah mau melihat kesejahteraan masyarakat mereka, dan dalam hal itu mengkaji kembali kehadiran Trans Manado. Mengingat, mata pencarian mereka datang dari masyarakat yang membutuhkan moda transpotasi dan mata pencarian ini terancam, apabila tidak ada kompabilitas dari pihak pemerintah untuk kesehjateraan para pengemudi mikro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan