Potret dari para peserta pementasan Mahzani di Kota Tomohon (Pusta Ka Minahasa)
Sulawesi Utara - Tradisi dan sejarah beserta budaya, adalah tiga wajah yang memperlihatkan jati diri dari sebuah suku dan bangsa. Di tanah Toar Lumimuut yang terkenal dengan keharmonisannya, terdapat beragam tradisi, sejarah serta budaya yang hingga kini dibawa masyarakatnya. Mahzani, atau Ma'Zani adalah salah satunya.
Dalam bahasanya, Kata Mahzani berasal dari kata Zani yang berati nyanyian, dan Ma yang berati 'Me.' Jika digabungkan, Mahzani berati "Menyanyi." Mahzani adalah sebuah pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Suku Tombulu di Minahasa dengan nyanyian, musik dan tarian yang digunakan sebagai penyampaian pesan, rasa syukur, bahkan permohonan doa, yang ditunjukan kepada Tuhan yang maha Esa.
Pada tahun 2024 kemarin, Mahzani menjadi budaya warisan tak benda yang ditetapkan oleh UNESCO sehingga menjadi bagian dari prioritas pemerintah, untuk menjaganya agar diwariskan pada generasi yang akan mendantang.
Belum lama ini, di Lapangan Babe Palar, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya pada hari Rabu, Tangga; (11/03), pukul 15.00 WITA kemarin, sebanyak 1000 pelajar dari seluruh sekolah yang ada di Kota Tomohon, beramai-ramai mementaskan tarian kolosal untuk merayakan Mahzani.
Para pelajar ini datang dari jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, sebelum pementasan ini, ada beragam tahapan dan proses yang dilewati oleh para penyelenggara, seperti; sosialisasi ke sekolah-sekolah, kemudian pendampingan dan pelatihan. Para pelajar diberi latihan mempelajari sejumlah gerakan dan syair di sekolah masing-masing sebelum akhirnya digabungkan pada tari kolosal ini.
Pementasan Mahzani ini merupakan pementasan perdana 1000 pelajar, usai tradisi asal Tombulu ini dinyatakan terancam akan punah. Masyarakat serta para pelajar, tampak antusias dan bersemangat untuk menampilkan pementasan terbaik, serta menyaksikan pementasan budaya ini meskipun cuaca cenderung gelap tertutup oleh awan.
Walikota Kota Tomohon; Sandy Rumayar mengungkapkan, "Semoga budaya Mahzani ini dapat dilestarikan, supaya menjadi warisan bagi generasi muda yang akan datang sehingga kekayaan budaya dari Kota Tomohon semakin luas menjangkau, dan semakin terkenal agar tidak terlupakan."
Tidak berhenti disana, Sandy mengungkapkan Mahzani ini direncanakan untuk menjadi agenda tahunan.
Aksi yang dilakukan di Kota Tomohon ini, menjadi gerakan kuat untuk menjangkau masyarakat-masyarakat agar peduli akan warisan budaya di tempat mereka, dan mengapa itu penting untuk diwariskan kepada kalangan generasi muda agar tetap terlestarikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan