Sulawesi Utara - Bagi umat nasrani, bulan desember merupakan bulan penuh rahmat dan roh kudus. Oleh sebab itu, penting bagi setiap umat kristen baik itu protestan maupun katolik mempersiapkan hati mereka untuk menyambut natal, yang jadi hari lahirnya sang penebus. Namun, di awal bulan desember ini, masyarakat digegerkan dengan peristiwa tawuran antar sekelompok pemuda di dua desa berbeda pada hari, minggu (30/12) kemarin.
Peristiwa ini terjadi pada pukul 01.15 WITA, masyrakat yang tengah beristirahat di kala waktu itu dikejutkan dengan bunyi petasan serta keributan yang tengah terjadi antar sekelompok pemuda dari Desa Molompar dan Desa Watuliney dari kejadian ini, dua orang warga dinyatakan menjadi korban usai menderita luka-luka akibat panah wayer dan cakram.
Tidak hanya merusak kedamaian serta menciptakan kericuhan, dari peristiwa tawuran ini telah terjadi pengrusakan terhadap fasilitas ibadah, GMIM Silo Watuliney. Pengrusakan pada gereja ini, telah terhitung terjadi dua kali dengan catatan pengerusakan ini yang paling parah, mengingat, aksi meresahkan tawuran ini, tetap berlangsung bahkan setelah malam telah lewatn.
Pihak kepolisian Minahasa Tenggara telah bekerja keras dalam menangani kasus ini. Berdasarkan informasi lapangan yang kami dapatkan, untuk menjaga kedamaian dan keamanan masyarakat, beberapa anggota polisi Mitra bahkan rela untuk tidur di bahu jalan sebagai bentuk pengawalan.
Beruntung, baru-baru ini dilaporkan, dua pelaku yang terlibat dalam aksi pengerusakan serta anarkis ini berhasil diamankan pada hari, senin (1/12), dan demi kepentingan penyelidikan, kedua pelaku akan menerima integorasi lanjut untuk mempertanggun jawabkan tindakan yang dilakukan mereka, serta demi mengusut pihak-pihak lain yang terlibat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Minahasa Tenggara