Sulawesi Utara - Kasus kematian dari seorang mahasiswi UNIMA prodi PGSD yang terjadi selama beberapa minggu yang lalu membuka takbir dari predator di lingkungan perkuliahan. Tidak hanya satu atau dua, puluhan orang mulai buka bicara dengan pengalaman buruk yang mereka dapatkan selama menimbah ilmu di UNIMA akibat tindakan bejat seorang oknum dosen yang kini mendapatkan sorotan habis-habisan akibat diduga menjadi penyebab kematian dari mahasiswi yang telah disebutkan sebelumnya.
Penyelidikan serta pengembangan kasus tengah dijalankan, di tengah duka, ada amarah dari masyarakat serta para mahasiswa yang mengecam kasus kematian mahasiswi UNIMA ini dan menuntut adanya penindakan oleh aparat kepolisian. Hal ini tercermin lewat aksi solidaritas 1000 lilin yang diadakan oleh kelompok aktivis-aktivis perempuan dan Aliansi Masyarakat Nusa Bersatu lalu dihadiri oleh puluhan masyarakat umum serta mahasiswa di Tugu Wolter Monginsidi dan Pierre Tendean pada malam kemarin, Senin (12/01).
Dengan nyala lilin, massa secara bersama-sama mendoakan ketenanangan dari almarhumah serta pihak keluarga yang ditinggalkan. Aksi ini tidak hanya menjadi aksi solidaritas, namun sekaligus menjadi bentuk dukungan kepada Polda Sulut untuk menyelesaikan kasus yang menjadi ketakutan korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan