Sulawesi Utara - Pada malam Sabtu, (04/04) hari in, suasana di seantero Kabupaten Minahasa tidak lantas menjadi gelap gulita. Malahan, sebaliknya, tampak ribuan titik api yang menyala di lorong-lorong, serta lingkungan masyarakat dan bergerak membelah keheningan malam.
Dalam rangka untuk menyambut hari kemenangan Tuhan, Pawai Obor Paskah yang biasanya menjadi tradisi turun-temurun oleh jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), kembali dimulai. Salah satunya, adalah pawai obor yang digelar oleh jemaat GMIM Sion Tomohon dan dimulai dari pukul 18.00 WITA. Sepanjang perjalanan, para jemaat yang memegang obor dari lilin beserta bambu tidak membuat suasana menjadi sepi. Terdapat lagu yang mengisi dari nyanyian para jemaat yang dengan bangga serta antusias mengikuti tradisi ini.
Agnes (44), salah seorang peserta dari Pawai Obor ini mengungkapkan, "Gereja Sion memiliki sejarah panjang di Kota Tomohon, dan Pawai Obor ini jadi cara kami buat menjaga api iman itu tetap menyala. Jadi ini bukan sekadar jalan kaki, tapi ini jadi proklamasi bahwa maut telah dikalahkan dan fajar harapan baru telah tiba," ujarnya saat ditemui pada malam ini.
Pawai Obor ini bermaksud untuk mengelilingi seluruh pelosok di Kota Manado. Para pengendara? Dibantu dengan pihak keamanan gereja, beserta satuan kepolisian lalu lintas, kendaraan-kendaraan dapat bergerak tanpa menganggu kekhusyukan para jemaat.
Setelah menempuh yang begitu panjang, nyala api dari barisan Pawai Obor ini tidak begitu saja padam. Mereka menjelma menjadi kehangatan umat, dalam menanti fajar yang menandakan kemenangan Allah melawan maut dan kematian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan