Proses evakuasi penambang pasir merah usai longsor di desa Bowone (Rahma Wati)
Sulawesi Utara – Kabar mengejutkan datang dari desa Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tepatnya pada hari ini, Jumat (22/08) di tengah cuaca yang sedang mendung tersebut, longsor mendadak terjadi di lokasi peti tambang emas tanah merah, dan menutup akses dari penambang untuk keluar dan masuk dari penambangan emas pasir merah
Kejadian itu diduga terjadi pada pukul 12.30 WITA, beberapa penambang yang memasuki lubang dan bekerja dari pagi itu tidak akan menyangka, kalau lokasi penambangan mereka yang saat itu berada dalam tanah merah tidak dalam kondisi yang stabil. Longsor yang terjadi pun menimpa mereka, dan menutup akses masuk dan keluar para penambang, menimbun mereka.
Beruntung, saksi mata yang ada di lokasi itu segera menolong dengan menarik rekan mereka yang tidak berada terlalu dalam tanah. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang beredar, diduga masih ada dua penampang yang tertimbun dalam lubang penambangan tersebut.
Kondisi penambangan usai longsor (Rahma Wati)
Lokasi penambangn sendiri menjadi sumber mata pencaharian umum dari masyarakat luas. Hingga kini, tim gabungan dari Polsek Tabukan, pihak pemerintah dan masyarakat masih melakukan proses pencarian korban. Oleh karena kondisi tanah yang stabil, proses pencaharian sempat terhambat. Akan tetapi hingga sore tadi, pencarian dan proses evakuasi kembali dilaksanakan.
Masyarakat sekitar mengharapkan pemerintah untuk segera turun tangan dalam kasus tragis ini, dan diminta untuk melakukan evaluasi terkait keberadaan tambang yang dinilai menjadi potensi ancaman, dan membahayakan para penambang. Selain itu, masyarakat mempermasalahkan aktvitas penambangan yang akhir-akhir ini semakin masif dalam mengeruk tanah, menciptakan isu pengerusakan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sulut Viral