Ilustrasi dari potret sebuah danau yang dikelilingi oleh pegunungan (Freepik)
Sulawesi Utara – Berbicara tentang sebuah lokasi wisata alam, Sulawesi Utara tidak pernah kehabisan dengan kejutan. Jauh di dalam pedalaman Kota Tomohon, menjulang sebuah gunung berapi yang menjadi surga tersembunyi bagi para pecinta hiking dan mereka para pecinta alam.
Gunung Mahawu lebih tepatnya, merupakan gunung berapi yang memiliki lebar 180 meter dan kedalaman 140 meter. Gunung mahawu sudah tidak aktif, namun terkadang masih mengeluarkan dan abu dan terkenal akan bau busuk belerangnya yang pekat. Meski demikian, gunung mahawu terkenal akan aksesnya relatif mudah dan mendapatkan julukan “gunung yang ramah” terutama untuk para pemula, atau dijadikan tujuan wisata bagi para keluarga.
Berkat pepohonan yang mengelilinginya, perjalanan menuju kawah gunung mahawu akan terasa menyenangkan untuk kamu yang ingin menikmati keindahan alam tanpa perlu menghabiskan hari-hari di jalur pendakian.
Mahawu menawarkan kawah yang berbentuk oval dengan danau kecil biru yang dikelilingi kawah berlumut. Untuk para pemburu sunrise dan sunset, pemandangan yang ditawarkan gunung mahawu tidak tanggung-tanggung: dengan visual kontras matahari terbit dan terbenam bercampur hijau pepohonan pinus disekitarnya, orang-orang berlomba untuk mendapatkan spot dengan pemandangan terbaik.
Tidak hanya menarik karena kawahnya, kawasan dari gunung mahawu yang kaya akan keanekaragaman hayati menjadi habitat berbagai buruk endemik. Jadi tidak hanya keindahan alam, kecantikan dari beraneka flora dan fauna pun dapat ditemui disini, sehingga mahawu menjadi area konservasi.
Meski demikian, aksesbilitas mahawu selama beberapa tahun terakhir telah dibangun untuk tetap ramah alam akan tetapi menunjang kenyamanan sehingga ada pos penjagaan, hingga track tangga. Indozone, saat mengunjungi Sulawesi Utara pastikan mahawu masuk dalam daftar kunjungan kamu ya, Sampe Bakudapa Ulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan