Sulawesi Utara - Kota Tomohon dikenal dengan nama “Kota Bunga.” Akan tetapi, banyak yang lupa nama serta julukan lain dari kota yang dipenuhi dengan pepohonan pinus ini – yakni “Kota Religi.” Dimana masyarakat yang memiliki kepercayaan berbeda-beda berkumpul dan dsaling menghargai satu sama lain berkumpul di kota ini.
Terlepas dari segala kepecayaan yang ada, segala acara yang diselengarakan di Kota Tomohon selalu ramai. Tepatnya pada tanggal 23 November kemarin, umat katolik merayakan dengan sukacita pesta Kristus Raja Semesta Alam, dan dalam merayakan hari raya kudus itu, Kevikepan Tomohon menggelar Christ the king festival pada minggu (23/11) kemarin. Acara yang dihadiri oleh ribuan orang ini, diikuti oleh setiap stasi-stasi gereja katolik Kevikepan Tomohon yang hadir dalam sebuah parade arak-arakan.
Mulai dari anak-anak, sampai orang dewasa mengikuti parade ini. Sambil membawa alat peragaan seperti patung Yesus dan Bunda Maria, bebera[a menggunakan kostum terbaik yang merepesentasikan orang-orang kudus katolik, serta mengarak miniatur-miniatur yang menunjukkan gereja kesayangan mereka. Menngambil langkah panjang dan jauh, parade Kristus raja semesta alam ini berhasil memukau ribuan wisatawan lokal dan luar yang rela sampai relah berhempitan di pinggir jalan untuk mendapatkan pemandangan bagus dari parade.
Festival ini menjadi unik, karena selain dihadiri oleh Walikota Kota Tomohon dan Uskup Keuskupan Manado, festival ini terselenggarakan bersamaan dengan momen bersejarah semenjak 150 tahun pembatisan pertama dilakukan di Kota Tomohon.
Festival yang meriah ini, diakhiri dengan konser seni budaya, yang menampilkan talenta-talenta berbakat di Sulawesi Utara yang dinikmati oleh khalayak umum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan