Sulawesi Utara - Pengaruh dari kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol di Provinsi Sulawesi Utara tampak dari budaya dan sejumlah situs yang bersejarah. Salah satunya, ada di Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang. Di tengah-tengah zona perdagangan dan jasa serta permukiman, di tempat ini terdapat sebuah lokasi yang memiliki struktur pertahanan pasca masa kolonial, Benteng Amurang namanya.
Benteng Amurang dikatakan dibangun pertama kali pada tahun 1512 dibawah perintah Anthony d'Abreu, seorang pewira angkatan laut Portugis pada abad ke-16. Pembangunan Bentenf Amurang ini dilakukan untuk menegaskan serta memperkuat posisi dari kedatangan Bangsa Portugis dari ancaman perompak atau bangsa lainnya di teluk Amurang.
Telah berusia ratusan tahun, Benteng Amurang merupakan peninggalan sejarah yang terkenal kokoh dan kuat, dengan bahan utamanya sebagai batu karang dengan putih telur vurung maleo sebagai perekat dan konstruksi yang berbentuk huruf D. Banyak yang percaya di bawah konstruksi ini, terdapat terowongan yang dahulu dibangun oleh para perwira angkatan laut Portugis sebagai persiapan berperang.
Tempat dengan sejarah yang begitu panjang ini sayangnya perlahan-lahan mulai terlupakan dan terabaikan. Sempat ramai usai revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan menjadikan Benteng Amurang sebagai situs budaya dan sejarah, sayangnya tidak banyak pembahasan lebih mengenai Benteng Amurang ini.
Dikarenakan letaknya yang berada di sebuah kawasan yang cenderung padat, dan dikarenakan statusnya sebagai sebuah situs budaya dan sejarah, sayangnya tidak banyak yang dapat dilakukan untuk merenovasi tempat ini untuk mempertahankan nilai-nilai peninggalan penting dari masa lampau. Meski demikian, dalam kasus ini beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Amurang dan Kabupaten Minahasa Selatan terus mengusahakan agar para siswa mengenal lokasi ini dengan melakukan kunjungan, dengan harapan, Benteng Amurang tidak terlupakan oleh generasi-generasi baru yang akan datang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan