Sulawesi Utara - Di awal tahun baru 2026 ini, sebuah peristiwa kecelakaan pesawat yang terjadi di Indonesia memulai awal tahun dengan kabar duka cita. Pada Sabtu, (17/01) kemarin, pesawat terbang ATR 42-500 dikabarkan putus kontak, dan menabrak pegununga Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Sebanyak 11 orang yang terdiri atas kru serta penumpang dari pesawat ini dikabarkan menghilang dengan tiga orang diantaranya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Salah satu dari kru pesawat yang mengalami kecelakaan itu adalah Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari pesawat ATR 42-500 yang berasal dari Sulawesi Utara. Setelah pencarian yang giat dilakukan oleh Tim SAR, pada hari Senin (19/01) Florencia berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Akibat cuaca yang buruk dan medan yang begitu curam, pengevakuasian Florencia sempat terhambat namun kini jenazahnya berhasil diamankan dan diserahkan pada pihak keluarga. Isak tangis memenuhi proses penyerahan jenazah Florencia, sosok perempuan yang dicintai oleh kerabat dan keluarganya itu tidak disangka akan menjadi salah satu korban dalam peristiwa ini.
Kini jenazah Florencia telah diserahkan oleh pihak Tim DVI di RS Bhayangkara dan diterima oleh pihak keluarga yang diwakilkan oleh kakak Florencia. Rencananya, proses ibadah pemakaman korban akan dilaksanakan di Jakarta sebelum akhirnya dibawa untuk dikebumikan di Tondano, Kabupaten Minahasa.
Kepada pihak wartawan, pihak keluarga menyampaikan terima kasih mereka terhadap setiap institut yang terlibat dalam pencarian Florencia serta mendoakan kelancaran untuk pencarian korban lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Basarnas Makassar