Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 13:14 WIB

Dari Debu Kembali Ke Debu. Ini Arti dan Makna, Dibalik Rabu Abu.

Dari Debu Kembali Ke Debu. Ini Arti dan Makna, Dibalik Rabu Abu.Ilustrasi dari potret lambang salib dan abu (Freepik)

Sulawesi Utara - Bulan Februari di tahun 2026 ini dipenuhi dengan keberkahan. Menyusul perayaan Imlek beserta bulan Ramadhan, Umat Nasrani di seluruh dunia pada besok hari, akan memasuki masa prapaskah, dan terutama untuk umat Katolik, masa prapaskah ini akan disambut dengan Rabu Abu. 

Apa Itu Rabu Abu?

Rabu Abu adalah hari pertama pada masa Praspakah dalam liturgi tahunan gerejawi yang dirayakan oleh setiap umat Katolik, 40 hari sebelum hari paskah. Memasuki Rabu Abu, umat Katolik diharapkan untuk melakukan pemeriksaan batin dan mengakui pertobatan sebelum menyongnsong kebangkitan Tuhan dengan melakukan pantang dan berpuasa untuk pembersihan jati diri dan menerima penebusan dosa.

Berdasarkan kepercayaan Umat Nasrani, Tuhan menciptakan manusia dari debu yang dapat dibaca pada Kitab Perjanjian Lama, Kejadian 2 ayat 7 yang berbunyi: "ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." 

Indozone, kamu mungkin memiliki teman dengan agama Katolik yang satu kali satu tahunnya mengupload foto dirinya bertandakan salib di atas kening mereka. Nah, di Gereja Katolik, tanda salib di atas kening ini datang dari abu dan air suci yang telah diberkati dan diberikan dengan kalimat: "Ingatlah kamu dari debu, dan kepada debu-lah kamu akan kembali" oleh imam, yang mengingatkan kita akan ayat Alkitab di atas.

Makna Rabu Abu

Di dalam Alkitab, abu merupakan bentuk pertobatan, penyesalan, dan perkabungan. Rabu Abu di Gereja Katolik ini menjadi peringatan sekaligus ajakan untuk mempersiapkan batin dan jiwa sebelum akhirnya menyamb ut hari kemenangan Tuhan. Masa prapaskah yang ditandai dengan Rabu Abu ini, bertujuan untuk mengingatkan bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu sehingga tidak terkeceuali, adalah salah satu kefanaan di dunia. Oleh sebab itu, merupakan hal yang penting untuk menyadari segala perbuatan salah dari kita, dan mengakuinya sebagai langkah paling awal untuk penebusan dosa.

Sejarah Rabu Abu

Tahukah kamu, awalnya prapaskah dimulai pada hari minggu. Akan tetapi pada akhirnya dipindahkan menjadi hari rabu mengingat jumlah hari Yesus berpuasa di padang gurun yang mencapai 40 hari, 40 malam. Rabu abu ini berdasarkan tradisi dari masa lampau yang tercatat dalam Alkitab seperti: Ayub 42:6, Yunus 3:6, Daniel 9:3.

Dalam catatan itu, berkali-kali disebutkan bermandikan abu atau mengenakannya merupakan bentuk pertobatan kepada Tuhan, dan bentuk kefanaan manusia yang diciptakan-Nya dari tanah. Mengikuti ajaran di Alkitab yang berkali-kali menyebutkan abu sebagai tanda pertobatan ini, akhirnya abu digunakan dalam perayaan prapaskah umat Katolik sebagai bentuk penyesalan dosa. Abu yang digunakan dalam perayaan ini, datang dari daun palma dan lantas diberkati dengan air suci sebelum akhirnya diberikan oleh imam kepada umat di atas dahi mereka dan masa prapaskah pun dimulai.

Jadi, Indozone. Sudah paham tentang Rabu Abu, bukan? Itu dia tadi adalah rangkuman makna dan arti dibalik Rabu Abu, selamat memperingati Rabu bagi kamu Indozone dengan agama Katolik!

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Debu Kembali Ke Debu. Ini Arti dan Makna, Dibalik Rabu Abu.

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!