Sulawesi Utara – Prestasi demi prestasi, para pertenak kuda serta para penjoki telah banyak di kumpulkan datang dari masyarakat-masyarakat asal Provinsi Sulawesi Utara. Prestasi ini tidak mungkin jika tidak dibuktikan oleh kuda kesayangan mereka. Temui Milord, seekor kuda pacu jantan dengan warna cokelat yang lahir pada 16 Januari 2022 di Kabupaten Minahasa.
Bertubuh kecil, Milord merupakan hasil persilangan dari Da Vinci Eclipse & Fitri Nagari dengan tinggi yang kurang dari 160 cm. Akan tetapi ukuran tubuh Milord bukanlah sebuah penghalang, Milord menjadi kuda pacu mengerikan dengan semangat berapi-api dan stamina yang seperti tidak ada akhir di lintasan pacuan. Milord memulai karirnya lewat pertandingan di tanah kelahirannya, bersama sang penjoki; Jones Paendong sebelum akhirnya lanjut ke jenjang yang lebih serius, yakni pertandingan nasional. Setelah debutnya, Milord meraih kemenangan demi kemenangan dengan berbagai jenis jarak, termasuk Derby Piala Ketum Pordasi dengan jarak 1600m.
Berikut adalah deretan prestasi Milord:
- Juara 1 kelas perdana 800 m (Tompaso – Desember 2023)
- Juara 2 Kelas pemula 1000m piala tiga mahkota seri 1 (Bantul – April 2024)
- Juara 1 kelas pemula 1000m piala tiga mahkota seri 2 ( Tegalwaton – Juni 2024)
- Juara 2 kelas pemula 1200m Kejurnas seri 1 (Bantul – Juli 2024)
- Juara 1 kelas remaja 1200m kejurnas seri 2 (Tegawaton - November 2024)
- Juara 1 kelas Derby 1200m piala ketum pordasi (Tegalwaton – Desember 2024
Prestasi Milord ini mendapatkan banyak sorak sorai serta apresiasi yang besar dari masyarakat Sulawesi Utara. Milord menjadi jagoan masyarakat sulut, dan mendapatkan gelarnya sebagai “raja berbadan kecil.”
Kejayaan Milord berada pada puncak 2025, dimana Ia menjadi calon kuat untuk menjadi pemenang Triple Crown selanjutnya dan mendapatkan dukungan yang tiada habis dari orang-orang di kampung halaman. Sayangnya, sebuah insiden tragis justru menimpa Milord pada (16/02/2025) di kejuaraan Derby Jawa Tengah. Berhasil memimpin di depan, Milord yang menguasai lintasan dan tinggal 100 meter dari garis finishnya secara mendadak ditabrak oleh seekor kuda lainnya yang terlepas dari arah berbalik.
Insiden itu terjadi secara langsung dan terjadi sangat keras, joki dari Milord sendiri terlempar dari kuda yang dilatihnya dan mengalami cedera serius. Kejadian itu semakin buruk dan merengut nyawa dua kuda hebat, yakni Salvator Minang dan Milord itu sendiri. Kemenangan dari pacu kuda ini dibatalkan, dan muncul usulan untuk melarang kuda tanpa joki di perlombaan.
Jadi kebangaan, seusai kepergian Milord sebuah patung diresmikan di Kecamatan Tompaso untuk menghormati dan mengenang Milord, kuda pacu asal Minahasa yang selalu jadi kebangaan kita semua.
Sampe Bakudapa Ulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sosial Media