Sulawesi Utara - Di era gempuran full teknologi cangih di mana-mana, banyak anak-anak tumbuh dengan mata lengket pada layar telepon genggam mereka. Saat ini, akses untuk berbagai permainan dapat dengan mudah di akses oleh banyak orang. Sehingga, perlahan-lahan permainan tradisional pun mulai terlupakan.
Permainan tradisional di seluruh dunia menjadi salah satu bagian dari budaya dan identitas dari sebuah bangsa. Maka daripada itu, perlu kita sadari bahwa melestarikan permainan tradisional adalah hak kewajiban kita bersama. Kali ini, dalam rangka untuk ikut melestarikan permainan-permainan tradisional yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, ayo ikuti Indozone dalam mendalami empat permainan tradisional yang bakal buat kamu nostalgia meskipun sekarang sudah mulai terlupakan.
1. Benteng
Benteng adalah sebuah permainan berkelompok yang dimainkan oleh dua kelompok dengan masing-masing anggota beranggotakan genap. DI beberapa daerah, Benteng dikenal dengan nama galah asin dan tali koko. Benteng dimainkan di atas kotak panjang dengan garis-garis di tengahnya serta ruang di antara garis-garis tersebut untuk para penjaga.
Dalam permainan Benteng, kelompok akan dibedakan dalam tugas "penjaga" dan "pencuri". Kelompok penjaga di permainan ini diwajibkan untuk berdiri di atas garis yang telah digambar di dalam kotak segi panjang. Tugas mereka cukup sederhana. Kelompok penjaga harus menjaga "Benteng" yang berati garis di paling belakang agar jangan sampai kebobolan dengan pencuri.
Nah, berbeda dengan kelompok penjaga, kelompok pencuri sesuai namanya, mereka harus berlari untuk menembus "Benteng" atau garis paling belakang. Anggota pencuri diwajibkan untuk memasuki benteng satu per-satu dan memastikan agar kelompok penjanga tidak dapat menyentuh mereka. Apabila pencuri berhasil disentuh oleh panjaga, maka mereka dinyatakan tereleminasi dan dilarang untuk melanjutkan permainan.
Untuk memenangkan permainan Benteng, kelompok penjaga harus menjaga garis belakang mereka tidak terlewati oleh pencuri. Caranya? Mereka harus menyentuh anggota pencuri yang lewat tanpa keluar dari garis yang telah digambar. Sebaliknya, untuk menenangkan permainan Benteng, seluruh pemain dari kelompok pencuri harus melewati tiap garis anggota penjaga tanpa tereleminasi.
2. Tumbu-Tumbu Blanga
Tumbu-tumbu blanga
Blanga minya rom
Rom cakalele tom tom tom
Buka satu di bawah
Hayoloh, Indozone. Siapa yang membaca kalimat di atas menggunakan nada? Nah, early gen z serta milenial pasti tidak asing dengan lirik lagu di atas ini. Tumbu-tumbu Blanga adalah sebuah permainan sederhana dan dapat dimainkan secara ramai-ramai. Permainan ini dilakukan dengan para pemain duduk melingkar sambil bersila di atas, kemudian dengan tangan mereka yang dikepalkan, ditumpukan dengan telapak tangan pemain lainnya.
Selama permainan, para pemain akan bernyanyi lagu di atas. Kemudian, pemain dengan telapak tangan mereka yang paling di atas harus "memukul" atau menumbuk pelan kepalan-kepalan tangan yang ada di bawah. Kenapa? Lagu ini jadi instruksi untuk permainan. Ketika para pemain telah menyanyikan lagu di atas, maka lirik terakhir berkata: buka satu di bawah. Arti lirik ini menjadi intruksi buat pemain dengan kepalan tangan yang berada di paling bawah, lantas harus membuka telapak tangan mereka.
Lagu ini lantas segera dinyanyikan berkali-kali, hingga akhirnya seluruh telapak tangan setiap pemain telah terbuka.
Apabila setiap telapak tangan telah terbuka, maka para main harus membuat telapak tangan di bawah mereka ditarik dengan cara mengelitik telapak tangan di bawah dengan jari tengah.
Pemain yang berhasil bertahan, lantas memenangkan permainan ini.
3. Pak-Pak Sambunyi
Pak-pak sambunyi
sambunyi dimana
dimana torang sambunyi akang.
Satu lagi permainan asal Sulut yang wajib dimainkan sambil bernyanyi. Indozone, untungnya permainan yang satu ini hingga sekarang masih dimainkan oleh anak-anak, meskipun memang sudah tidak semeriah dulu.
Pak-pak Sambunyi, konsepnya seperti petak umpet. Bedanya, jika petak umpet dimainkan oleh sekelompok pemain wajib bersembunyi agar ditemukan oleh seseorang, maka Pak-Pak Sambunyi harus dimainkan secara berkelompok.
Di Pak-Pak Sembunyi, undi akan diambil untuk menentukan kelompok mana yang bersembunyi, dan kelompok mana yang mencari. Sama seperti permainan petak umpet pada umumnya, para pemain yang mencari akan menghitung dan pemain lainnya akan bersembunyi.
Spot berhitung Pak-Pak Sambunyi menjadi titik penting. Spot ini, diibaratkan sebuah benteng. Ketika selesai hitungan, para pemain pencari akan menelusuri seluruh tempat untuk menemukan lawan mereka yang bersembunyi.
Apabila mereka menemukan salah satu, maka pemain pencari harus menyebut "BLENGKO" saat menyentuh spot penghitungan mundur di awal agar pemain tersebut dinyatakan tereleminasi dan tidak dapat bermain lagi.
Apabila seluruh pemain pesembunyi telah menyisakan satu orang, permainan Pak-Pak Sembunyi memasuki fase paling menegangkan, dimana satu orang yang tersisa tersebut, harus menyentuh spot tempat berhitung di awal agar memenangkan permainan.
Apabila pemain sembunyi terakhir ditemukan, maka kelompok pencari dinyatakan menang.
4. Dodorobe
Siapa sih yang dahulu suka bermain perang-perangan? Di Sulawesi Utara, Dodorobe merupakan permainan peperangan yang biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Dalam permainan ini, mereka akan menggunakan sebuah senjata yang tersebut dari bambu Cina. Bambu ini, berfungsi sebagai "pelontar" di dalam permainan. Para pemain, nantinya akan mengambil kertas atau biji-bijian kecil kemudian di masukan ke dalam bambu, lalu ditembakan.
Pemain yang terkena banyak sekali tembakan, nantinya akan dinyatakan sebagai yang kalah dalam permainan ini. Terkadang, beberapa anak-anak sering sekali membuat bambu Cina mereka dengan model yang keren dan modern. Beberapa, menghias bambu cina mereka dengan ukiran dan gambar dengan spidol untuk menambah kesan "mematikan" bagi para lawan.
Meskipun terdengar seru, perlu diperhatikan Dodorobe patut dilakukan dengan tidak kasar dan tidak sepatutnya mengarah pada beberapa bagian vital layaknya mata, mulut, dan hidung para pemain lainnya.
Indozone, dari sejumlah permainan yang telah disebutkan di atas, kira-kira apa ada permainan yang dahulunya kamu pernah mainkan bersama teman? Coba komen di bawah, dan jangan lupa simpan serta bagikan artikel ini ke teman-teman kamu biar kalian asik bernostalgia bersama-sama. Sampe Bakudapa Ulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan