Ilustrasi dari potret perkebunan sawit (Freepik)
Sulawesi Utara - Bagaikan sebuah pisau, sawit memiliki dua sisi yang masing-masing, sama tajamnya. Dengan kehadiran dari industri sawit, ratusan, bahkan mungkin jutaan lapangan kerja terbukakan dan sebuah negara, memiliki penyumbang devisa yang dicari-cari oleh satu dunia dikarenakan sawit, menjadi bahan dasar dari berbagai produk.
Akan tetapi, kembali pada kalimat pertama kita. Sawit memiliki dua sisi yang sama-sama tajamnya. Di tengah sisi positif sawit, ada sisi negatif yang membuat banyak kalangan di masyarakat ketar-ketir dengan sisi negatifnya.
Pasalnya, pengaaan lahan sawit memerlukan deforestasi dengan skala yang besar untuk pembukaan lahan, yang mana menghancurkan keragaman hayati serta habitat dari ribuan satwa liar. Alasan lainnya, akar dangkal dari sawit yang bersifat monokotil menyebabkan stagnan tanah memiliki ronga yang besar sehingga air hujan pun tidak akan terserap dan berpotensi menciptakan banjir.
Dengan keberadaan dari penanaman sawit, perlu adanya perencanaan matang-matangan yang berkelanjutan, sehingga mulai dari pembukaan lahan serta pemeliharaan, tidak terjadinya praktik perusakan alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan