Ilustrasi dari potret seseorang merasa sakit perut dan mual (Freepik)
Sulawesi Utara - Makanan Bergizi Gratis atau yang biasa dikenal dengan MBG merupakan sebuah program unggulan negeri dengan tujuan untuk membasmi kelaparan, serta masalah gizi yang marak terjadi menyasar anak-anak bangsa, oleh sebab itu, pengawasan ketat pengolahan makanan untuk anak-anak merupakan hal yang penting. Di tengah-tengah HUT Kota Tomohon pada hari ini, publik lantas dikejutkan dengan kasus puluhan pelajar dari SMA menderita keracunan makanan pada hari Senin kemarin, (26/01).
Diduga, para pelajar ini mengalami keracunan makan usai mengonsumsi MBG. Para pelajar ini dilarikan menuju berbagai rumah sakit di Kota Tomohon dengan gejala berupa: pusing dan mual-mual usai pulang dari sekolah. Masing-masing dari pelajar ini berdatangan dari tiga sekolah yang berbeda, diantaranya: SMA Karitas Tomohon, SMK Negeri 1 Woloan, dan SMA Santa Familia Tomohon. Berdasarkan keterangan dari salah seorang siswa, menu yang sajikan saat itu merupakan menu nasi kuning beserta lauk-pauk nasi kuning pada umumnya.
Sejumlah rumah sakit di Kota Tomohon seperti Rumah Sakit Gunung Maria dan Rumah Sakit Bethesda mengalami peningkatan pasien secara drastis sehingga menciptakan kelelahan di tengah-tengah naskes dikarenakan pasien yang terus berdatangan. Berdasarkan keterangan dari aparat kepolisian, saat ini kurang lebih terdapat 40 pelajar yang telah terdata dengan kasus yang sama.
Menanggapi kasus ini, pendataan para pelajar yang terdampak serta penyelidikan terhadap salah satu titik dapur yang melayani program Makanan Gizi Gratis di Kota Tomohon ini tengah dilakukan untuk menyelidiki penyebab dari keracunan yang dialami oleh para pelajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Tomohon