Potret dari angkutan umum mikrolet yang terkenal di Sulawesi Utara (X)
Sulawesi Utara — Problematika daripada kehadiran transportasi umum baru di Kota Manado beserta angkutan umum mikrolet belum kunjung usai. Sempat sebelumnya mengadakan aksi damai, kini sejumlah para pelaku angkutan umum mikrolet ini kembali turun ke jalan untuk mengutarakan kembali tuntutan mereka yang sempat mereka kemukakan terkait kehadiran Trans Manado yang menganggu mata pencaharian mereka.
Para sopir angkutan umum ini, melakukan aksinya sebagai aksi damai, dengan bersama-sama mengemudi menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado sebagai bentuk protes. Sempat terjadi kemacetan, akan tetapi pihak satlantas Polresta Manado bergerak cepat dan membantu mengamankan jalur serta beberapa titik agar arus lalu lintas tetap lancar meskipun adanya gerakan aksi massa.
Aksi damai ini, terjadi pada Kamis (29/01). Adapun beberapa tuntutan dari aksi massa adalah: mengurangi jumlah armada bus dan membatasi titik pemberhentian agar tidak terlibat dengan jalur angkot. Wakil ketua DPRD Sulut, Royke Anter bersama beberapa anggota DPRD lainnya menerima aksi massa ini dan berjanji untuk melakukan audiensi dengan pemerintah daerah, untuk membahas isu terkait demi kepentingan kesejahteraan seluruh masyarakat kota Manado, terlebih aksi massa. Mereka berjanji untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi dari para supir mikrolet ini, dan akan berunding dengan pemerintah daerah untuk menemukan jalan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan