Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 MARET 2026 • 15:25 WIB

UPDATE Harga Daging Babi di Provinsi Sulawesi Utara Hari Ini

UPDATE Harga Daging Babi di Provinsi Sulawesi Utara Hari IniIlustrasi dari potret daging yang tengah dipotong (Freepik)

Sulawesi Utara - Harga daging babi, sebagai komoditas protein utama bagi sebagian besar masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara, saat ini tengah berada di angka yang cukup dinamis, akan tetapi cenderung tinggi bagi kantong rata-rata.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada akhir Maret 2026 ini, harga daging babi di tingkat pedagang pasar tradisional di wilayah Manado, Minahasa, hingga Kotamobagu, berkisar di angka Rp70.000 hingga Rp65.000/kilogram. Meski angka ini telah jauh menurun dibandingkan lonjakan ekstrem yang terjadi pada tahun 2025, bagi banyak rumah tangga harga saat ini masih dianggap "mewah."

Kondisi Pasar: Pasokan Daging Daging Masih Stabil 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk mendatangkan indukan dari luar daerah untuk menjaga stabilitas stok. Namun, biaya pakan yang belum sepenuhnya stabil membuat harga di tingkat konsumen sulit untuk turun lebih jauh lagi.

Di salah satu spot penjualan daging yang ada di dekat Patung Milord, Tompaso, misalnya, stok daging babi terlihat melimpah. Gantungan-gantungan daging merah muda memenuhi lapak para pedagang. Namun, kepadatan stok ini tidak serta-merta diikuti oleh kepadatan antrean pembeli.

Keluhan Para Pedagang

Di tempat lain, yakni Pasar Bersehati, Ko’ Ferry (52) salah seorang pedagang daging babi yang sudah berjualan selama lebih dari dua dekade di Pasar Bersehati, mengaku cukup dilema dengan kondisi saat ini. "Sekarang kami jual di harga Rp70.000/kilo. Stok dari peternak di Minahasa sudah lancar masuk memang. Tapi, pembeli sekarang biasanya cuma beli setengah kilo atau secukupnya saja untuk konsumsi di rumah saat itu,"  keluh Ferry saat ditemui pada Kamis (26/03/2026).

Menurut Ferry, kenaikan harga pakan  dan konsentrat di tingkat peternak untuk para babi menjadi alasan utama mengapa harga dari daging babi masih tinggi. "Kami pedagang hanya mengambil untung tipis. Kalau kami jual terlalu mahal, daging tidak laku dan berisiko rusak. Kalau terlalu murah, kami yang merugi di ongkos angkut," tambahnya.

Sebagai salah satu daerah dengan tingkat konsumsi daging babi yang dapat dikatakan tinggi di Indonesia, fluktuasi harga ini sangat memengaruhi angka inflasi daerah. Semua pihak tentu menantikan saat di mana harga dan daya beli kembali bertemu di satu titik temu yang membahagiakan semua pihak.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UPDATE Harga Daging Babi di Provinsi Sulawesi Utara Hari Ini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!