Ilustrasi dari potret seorang pria tengah diintimiasi (Unsplash)
Sulawesi Utara - Beredar di media sosial sebuah tindakan penganiayaan yang terjadi di Distrik Tamako, Kabupaten Sangihe, pada hari Sabtu (04/04) kemarin.
Video yang telah ditonton jutaan kali oleh masyarakat luas terkait, memperlihatkan sesosok seorang pria yang mengamuk dan menyerang sekelompok orang yang merupakan anggota jemaat di sebuah gereja, salah seorang Pendeta bersama dengan Istrinya.
Diketahui, konteks dari video yang kini viral tersebut adalah salah seorang jemaat yang sehari-harinya bekerja sebagai ASN inisial TK, yang datang menyerang Pendeta di gerejanya yang berinisial JN, akibat konflik internal dalam kepengurusan gereja.
Tak tanggung-tanggung, akibat dari perkara in istri JN sempat tersungkur ke tanah dan menangis akibat kepalanya yang mendapatkan senggolan keras.
Berdasarkan keterangan dari korban kejadian terjadi usai korban datang untuk membawa barang-barang keperluan serta persiapan ibadah bagi pelaku dan keluarganya. Tapi, kedatangan korban bersama istrinya lantas mendapatkan penolakan dan pengusiran secara kasar. Korban mengaku, pelaku mendorongnya berkali-kali untuk menjatuhkannya di lubang drainase, dan bahkan sempat melakukan pukulan tangan di belakang kepalanya. Tidak berhenti sampai di sana, istri korban bahkan sempat didorong hingga jatuh ke tanah.
Mendengar keributan, konflik yang terjadi segera dilerai oleh masyarakat di sekitar dan segera menjauhkan korban dari pelaku.
Saat ini, kejadian terkait telah dilaporkan ke Polsek Tamako yang lantas menerima laporan, dan menyetujui untuk melakukan pendalaman kasus dengan melaksanakan penyelidikan. Kapolsek Tamako, AKP Meldy Roring mengungkapkan bahwa dia dan pihaknya tengah menunggu hasil visum serta keterangan lebih lanjut dari korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan