Sabtu, 12 JULI 2025 • 20:37 WIB

Picah-picah! Harga Tomat di Sulut naik, Konsumen mengeluh, Pedagang Menjerit!

Author

Ilustrasi Tomat (Freepik)

Sulawesi Utara – Jelang pengucapan syukur di Minahasa, harga pakan serta bumbu dapur naik drastis! Sejumlah orang dari masyarakat yang ada di Sulawesi Utara mengaku, akhir-akhir ini merasa seret saat mendatangi pasar. Mereka mengaku harus memutar otak untuk memastikan stok bumbu masakan serta bahan pangan di rumah mencukupi untuk kemudian hari.

Pasalnya tidak hanya beras, bawang merah, cabai hingga Tomat mengalami peningkatan harga yang sangat tinggi! menanggapi hal ini, masyarakat merasa kesusahan, dengan perekonomian yang makin memburuk, nilai beli menjadi turun. Dampaknya terjadi dengan sangat drastis untuk para pedagang. 

Rupa-rupanya, fenomena ini telah terjadi di sejumlah daerah yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan pantauan dan survei yang dilakukan secara langsung di beberapa lokasi, di pasar beserhati Kota manado, harga Tomat mencapai Rp.22.000/kg. Di salah satu pasar besar yang ada di Langowan, harga tomat yang dapat dijual seharga Rp.15.000/kg sebelumnya, kini mencapai angka Rp.28.000/kg. 

Baik dari pihak pedagang maupun pembeli mengeluhkan hal yang sama menanggapi kenaikan harga tomat ini.

Abdul, seorang pedagang bahan dapur di Pasar Langowan yang ditemui pada (7/11) berkomentar: “Pasokan dari luar menipis. Dulu bisa dapat 3-4 kas tomat perhari. Pembeli juga mengeluh, kami tidak mau naikan harga tinggi-tinggi, tapi dari pengepul harga satu kas tomat sudah mahal. Kami tidak dapat berbuat banyak untuk menawar.” 

Kenaikan harga tomat beserta bumbu dapur lainnya ini diakibatkan oleh ketidaktentuan cuaca pada akhir-akhir bulan ini. Menghadapi masalah tersebut, para petani mengalami kegagalan panen yang besar, sehingga terjadi keterbatasan pasokan tomat dan bumbu dapur.

Tidak hanya membebani konsumen, hal ini meningkatkan tekanan inflansi karena nilai daya jual dan beli yang semakin hari semakin menurun. Sampai ini, belum langkah intervensi pemerintah. 

Publik berharap bahwa akan ada bantuan pasokan serta dukungan produksi lokal dari pemerintah, supaya kelak, kestabilan harga untuk tomat beserta bumbu dapur lainnya dapat kembali seperti sedia kala. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU